Indramayu//suaraglobal.news — Warisan budaya legendaris Buyut Gading yang sudah ada sejak zaman leluhur di Desa Gadingan terus dilestarikan hingga saat ini. Setiap tahun, Pemerintah Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu mengadakan karnaval besar untuk memperingati kunjungan Buyut Gading, dengan berbagai gebrakan baru agar tradisi ini semakin hidup dan disukai generasi muda.
Tahun ini penyelenggaraan karnaval terasa lebih meriah dibanding tahun‑tahun sebelumnya. Sebanyak 30 grup seni musik dari berbagai kecamatan se‑Kabupaten Indramayu turut tampil memeriahkan acara. Mulai dari musik tarling, gamelan, hingga kesenian rakyat lainnya mengiringi barisan peserta karnaval yang berjalan menyusuri jalan utama desa. Banyak warga dari dalam desa maupun luar daerah datang untuk menyaksikan dan ikut bersukacita.
Kuwu Desa Gadingan, Suwarto yang dikenal Wa’o, selaku pelopor utama penyelenggaraan karnaval tahunan ini menyampaikan apresiasi setinggi‑tingginya atas kekompakan seluruh warga desa. Menurut beliau, keberhasilan acara ini tidak terlepas dari semangat gotong‑royong masyarakat yang senantiasa menjaga warisan leluhur Buyut Gading agar tidak hilang ditelan zaman.
“Tradisi Buyut Gading adalah identitas kita orang Gadingan. Kami berharap setiap tahun karnaval ini semakin ramai, bisa menjadi daya tarik wisata lokal, dan anak‑cucu kita tetap bangga dengan budaya sendiri,” ujar Kuwu Wa’o saat memberi sambutan di panggung utama acara.
Untuk menjaga keamanan dan kelancaran jalannya acara, pihak Polri dari Polsek setempat bersama anggota TNI telah diposisikan di sepanjang rute karnaval dan area keramaian. Petugas juga mengatur arus pejalan kaki dan kendaraan agar tidak terjadi kepadatan berlebihan.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian kegiatan karnaval berjalan aman, tertib, dan penuh kegembiraan. Pemerintah Desa Gadingan juga berencana menambah variasi penampilan kesenian serta memperbaiki fasilitas penonton seluruh desa untuk penyelenggaraan tahun mendatang.
(DS)



Komentar