Penulis: admin SuaraGlobalNews

  • Potensi Korupsi Dan Tidak Terselenggaranya AUPB Ketika Banyak Jabatan Perangkat Desa Kosong

    Potensi Korupsi Dan Tidak Terselenggaranya AUPB Ketika Banyak Jabatan Perangkat Desa Kosong

    Gambar ilustrasi

    Sidoarjo//suaraglobal.news – Kekosongan jabatan perangkat desa berdampak langsung pada penurunan kualitas pelayanan publik desa, apalagi kekosongan jabatan perangkat desa tersebut berlangsung dengan waktu yang lama. Selain itu pembengkakan beban kerja aparat yang tersisa, serta potensi terjadinya konflik sosial akibat ketidakpuasan warga masyarakat terhadap jalannya pemerintahan desa. Oleh karena lerangkat desa memegang peran krusial sebagai perpanjangan tangan kepala desa dalam menjalankan birokrasi, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan. Ketika posisi-posisi ini dibiarkan kosong, stabilitas internal pemerintahan maupun hubungan sosial di tingkat akar rumput akan terganggu.

    Dampak kekosongan perangkat desa dari perspektif pemerintahan desa dan sosial masyarakat diantaranya, dampak terhadap pemerintahan desa berpotensi terjadi
    stagnasi pelayanan publik seperti, urusan surat-menyurat, administrasi kependudukan, dan pengurusan bantuan sosial menjadi lambat karena kurangnya petugas yang memproses berkas warga masyarakat desa.

    Selain itu, tugas dari posisi yang kosong terpaksa dialihkan ke perangkat desa lain yang masih aktif. Rangkap jabatan ini memicu kelelahan fisik dan mental, yang pada akhirnya menurunkan profesionalisme kerja. Kepala desa kerap terpaksa mengambil keputusan sepihak atau menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) tanpa seleksi yang rasional demi mengisi kekosongan dengan cepat, yang berisiko menabrak regulasi dan berpotensi adanya sentralisasi pengambilan kebijakan.

    Ketiadaan perangkat teknis seperti Kepala Urusan atau Kepala Seksi maupun Kepala dusun membuat perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan keuangan Desa menjadi tersendat atau rawan kesalahan administrasi.

    Dampak Terhadap Sosial Masyarakat
    menyebabkan Ketidakpuasan dan Ketidakpercayaan. Seperti potensi lambatnya pelayanan birokrasi menciptakan rasa frustrasi pada warga masyarakat. Hal ini secara bertahap mengikis kepercayaan masyarakat terhadap legitimasi kepemimpinan kepala desa dan jajarannya. Kecemburuan sosial dapat muncul jika ada perlakuan atau penanganan administrasi yang dianggap tebang pilih akibat keterbatasan personel yang bertugas melayani masyarakat secara merata.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno S.sos MM akan meminta agar Pemerintah desa yang masih banyak posisi jabatan perangkat desanya kosong agar segera melakukan pengisian jabatan perangkat desa. Menurutnya kekosongan perangkat desa yang terlalu lama akan menghambat jalannya pemerintahan berdasarkan asas asas umum pemerintahan yang baik (AUPB).

    ” Banyak posisi perangkat desa yang kosong tentang bertentangan dengan asas asas umum pemerintahan yang baik (AUPB)” ujarnya.

    Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap pemerintah desa yang masih ada posisi perangkat desanya kosong dan akan meminta untuk melakukan penjaringan dan penyaringan perangkat desa supaya kekosongan jabatan tersebut segera terisi dan berdampak positif terhadap pelayanan publik serta roda pemerintahan dapat berjalan efektif, transparan dan akuntabel.

    Jabatan perangkat desa yang kosong terlalu lama berpotensi menciptakan cela korupsi. Karena, setiap jabatan perangkat desa memiliki hak Penghasilan Tetap (Siltap) dan tunjangan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) APBD.Ketika jabatan kosong, anggaran Siltap dan tunjangan tersebut berpotensi dicairkan secara ilegal atau dimanipulasi laporannya demi keuntungan pribadi oknum tertentu. Selain itu pemberian tunjangan tambahan yang bersumber dari pendapatan asli desa yang mana income pendapatan tersebut bersumber dari hasil sewa tanah kas desa/tanah bengkok juga berpotensi dimanipulasi, sehingga potensi kuat adanya praktek korupsi terbuka sangat lebar. Tidak hanya itu, penunjukan Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) yang tidak transparan rawan disertai dengan kongkalikong pembagian insentif tambahan tanpa dasar hukum yang jelas. (NK)

  • Antisipasi Cuaca Ekstrem, Satpolairud Polresta Banyuwangi Perketat Patroli di Pulau Merah

    Antisipasi Cuaca Ekstrem, Satpolairud Polresta Banyuwangi Perketat Patroli di Pulau Merah

    Banyuwangi//suaraglobal.news – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi gencar melaksanakan patroli dialogis di kawasan wisata bahari. Guna mengantisipasi potensi kecelakaan laut (laka laut) dan menjaga kondusivitas keamanan, personel Satpolairud dikerahkan untuk memantau langsung aktivitas pengunjung di Wisata Pantai Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (23/8/2026)

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.15 WIB ini dikendalikan langsung oleh Kasat Polairud Polresta Banyuwangi dan dilaksanakan di lapangan oleh Kanit Satpolairud Unit Selatan, Aipda I Wayan Wedhana

    Dalam patroli tersebut, personel memberikan imbauan humanis mengenai Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) kepada para wisatawan lokal, pengelola wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas)

    Ada tiga poin utama yang ditekankan oleh petugas kepada para pengunjung dan pengelola di area wisata perairan Pantai Pulau Merah.

    1-Waspada Cuaca Ekstrem: Wisatawan diminta selalu mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem yang kerap berubah mendadak demi keselamatan selama beraktivitas di pantai.

    2-Patuhi Rambu Pantai: Pengunjung diwajibkan mematuhi seluruh rambu peringatan yang telah dipasang oleh penjaga pantai guna mencegah terjadinya insiden laka laut.

    3-Jaga Kebersihan Lingkungan: Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan demi menjaga kebersihan serta kelestarian area wisata.

    Petugas juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak keamanan terdekat jika menemukan atau melihat adanya kejadian menonjol di sekitar pantai.

    Berdasarkan pemantauan di lokasi, interaksi dialogis berjalan dengan lancar. Cuaca di sekitar Pantai Pulau Merah terpantau cerah dengan kondisi ombak yang landai, angin sedang, dan air laut dalam posisi pasang. Seluruh rangkaian kegiatan patroli berjalan aman, tertib, dan situasi kamtibmas di kawasan wisata tersebut dipastikan kondusif.Apakah Anda ingin menambahkan nama media rilis tertentu, mengubah gaya bahasa menjadi lebih santai, (Bunarwi)

  • Pria Ditemukan Meninggal Dunia Di Depan Toko Emas Pasar Tingkat

    Pria Ditemukan Meninggal Dunia Di Depan Toko Emas Pasar Tingkat

     Laporan 110 Polres Lamongan Langsung Ditindaklanjuti

    Lamongan.suaraglobal.news, 23/8/2026 – Laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polres Lamongan kembali ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas.

     

    Seorang laki-laki dilaporkan ditemukan dalam kondisi diduga telah meninggal dunia di depan salah satu toko emas di kawasan Pasar Tingkat Lamongan, Sabtu (22/8).

     

    Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya laporan tersebut, penemuan dilaporkan sekitar pukul 14.34 WIB setelah petugas menerima pengaduan dari masyarakat, dalam hal ini petugas keamanan Pasar Tingkat Lamongan.

     

    “Menindaklanjuti laporan tersebut, Pamapta Polres Lamongan Ipda Supartono, S.H. beserta anggota Polsek Lamongan Kota langsung mendatangi lokasi penemuan.” jelasnya.

     

    Setibanya di lokasi, petugas melakukan penanganan dengan memasang police line di sekitar lokasi ditemukannya jenazah.

     

    Petugas juga menghubungi ambulans RSML Lamongan untuk selanjutnya bersama sama melakukan proses evakuasi jenazah.

     

    “Dari informasi yang dihimpun petugas di lokasi, laki-laki tersebut diketahui telah berada di sekitar kawasan Masjid Agung dan Pasar Tingkat Lamongan selama kurang lebih dua minggu.” lanjutnya.

     

    Petugas kemudian membawa jenazah ke RSML Lamongan untuk dilakukan pemeriksaan identifikasi dan visum.

     

    Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan identitas berupa KTP atas nama S, laki-laki berusia 73 tahun, dengan alamat Desa Mekar Jaya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

     

    Kasihumas menambahkan, penanganan kejadian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut cepat atas laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polres Lamongan.

     

    Selanjutnya, petugas masih melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. ISP

  • Polres Lamongan Gelar Patroli Gabungan Skala Besar serta Antisipasi 3C hingga Balap Liar

    Polres Lamongan Gelar Patroli Gabungan Skala Besar serta Antisipasi 3C hingga Balap Liar

    Lamongan.suaraglobal.news, 22/8/2026 – Polres Lamongan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka cipta kondisi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) dengan Patroli Gabungan Skala besar pada Jumat (21/8) malam.

    Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, S.I.K. memimpin Apel di Mapolres Lamongan sebelum melaksanakan kegiatan dan diikuti PJU Polres Lamongan, personel peleton POH Harkamtibmas dan Cipta Kondisi, serta unsur sinergitas dari instansi terkait.

    KRYD tersebut digelar sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas, khususnya tindak pidana 3C yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta perkelahian, penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar.

    Dalam arahannya, Wakapolres Lamongan mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung.

    Sementara itu, Kabagops Polres Lamongan menyampaikan bahwa kegiatan KRYD juga menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan yang dapat berdampak pada situasi keamanan masyarakat.

    Personel diminta mengedepankan pendekatan dialogis kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel yang telah ditunjuk oleh Padal melakukan komunikasi dengan masyarakat, sementara anggota lainnya tetap melakukan pengamanan dan bersiaga di sekitar kendaraan patroli.

    Patroli skala besar kemudian dilaksanakan dengan menyasar sejumlah lokasi, di antaranya Alun-Alun Lamongan, Jalan Lamongrejo, Jalan Lingkar Utara (JLU) dari pintu timur hingga pintu barat, serta Terminal Lamongan.

    Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Polsek jajaran dengan mengedepankan sinergitas tiga pilar dan pendekatan dialogis kepada masyarakat.

    Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd turut menjelaskan melalui pelaksanaan KRYD secara rutin dan terarah, Polres Lamongan berupaya meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat, terutama pada malam hari yang dinilai memiliki potensi kerawanan terhadap gangguan Kamtibmas.

    “Polres Lamongan berharap kegiatan tersebut mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga situasi Kabupaten Lamongan tetap aman, tertib dan kondusif.” terangnya.

  • Focus Group Discussion dan Bakti Sosial Kompol Gandha Syah Hidayat Serdik Sespimen Polri

    Focus Group Discussion dan Bakti Sosial Kompol Gandha Syah Hidayat Serdik Sespimen Polri

    Malang//suaraglobal.news Polres Malang, Kompol Gandha Syah Hidayat selaku serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Naskah Karya Akhir Perseorangan (Naskap). Diskusi ilmiah ini mengusung tema ”Optimalisasi Kerjasama Polres Malang dengan Instansi Terkait Guna Meningkatkan Efektifitas Penanggulangan Curat, Curas, Curanmor (3C) dalam Rangka Terpeliharanya Stabilitas Kamtibmas.

    ​Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Wakapolres Malang Kompol Fahmi dan Serdik Sespimmen Polri Kompol Ghanda Syah. FGD ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis serta memperkuat sinergi lintas instansi guna menekan angka kejahatan konvensional di wilayah hukum Kabupaten Malang.
    ​Poin-Poin Utama Hasil Diskusi
    ​Penguatan Sinergitas Interinstansi: Kompol Fahmi menekankan pentingnya kolaborasi yang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi terintegrasi hingga tingkat operasional di lapangan bersama TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Integrasi Data dan Pemetaan Kerawanan: Serdik Sespimmen Kompol Ghanda Syah memaparkan gagasan pemanfaatan teknologi dan keterbukaan informasi antar-instansi untuk memetakan titik rawan kejahatan jalanan (street crime).

    ​Optimalisasi Peran Poskamling dan Satpol PP: Mendorong pengawasan berbasis komunitas guna mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana pencurian dengan berat (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan motor (curanmor).
    ​Rekomendasi Kebijakan (Naskap): Hasil temuan dan masukan dari para peserta FGD akan disintesis ke dalam naskah akademis sebagai bahan rekomendasi bagi pimpinan Polri dalam menentukan arah kebijakan pemeliharaan kamtibmas.

    ​”Penanganan kasus 3C tidak bisa hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum oleh kepolisian belaka. Dibutuhkan sistem pencegahan terpadu yang melibatkan seluruh elemen instansi teknis dan partisipasi aktif masyarakat.” Ujarnya

    Kompol Ghanda Syah, Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 melalui kegiatan ini, diharapkan rumusan naskah akhir yang disusun mampu memberikan kontribusi nyata serta gagasan aplikatif bagi jajaran Polres Malang dalam menjaga kondusifitas keamanan di wilayahnya.

    Setelah melakukan FGD, dilanjutkan kegiatan Baksos di Panti Asuhan Al- Khalifah di Jl. Delima Ds. Cepokomulyo Kepanjen, kegiatan tersebut diharapkan menumbuhkan rasa kepedulian, empati, dan cinta kasih antar manusia, serta meringankan beban kebutuhan hidup anak-anak yatim piatu dan pengurus panti melalui penyaluran bantuan materi maupun dukungan moral.

    Syaiful/Sambo

  • Personel Satpolairud Resta Banyuwangi Menghimbau Kepada Masyarakat Pesisir Selalu Jaga Kamtibmas

    Personel Satpolairud Resta Banyuwangi Menghimbau Kepada Masyarakat Pesisir Selalu Jaga Kamtibmas

    Banyuwangi//suaraglobal.news – Menjelang aktivitas wisata akhir pekan, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi mengintensifkan patroli pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di kawasan wisata bahari Grand Watudodol (GWD), Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (22/8/2026).

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB hingga selesai tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi keamanan sekaligus keselamatan wisatawan yang menikmati kawasan pesisir.

    Patroli dilaksanakan oleh Aipda I Nyoman Suma bersama Bripda Marvelino, di bawah kendali Perwira Pengendali Kasat Polairud Polresta Banyuwangi.

    Dalam kegiatan tersebut, personel menyusuri sejumlah titik di kawasan wisata GWD. Petugas juga melakukan komunikasi dialogis dengan pengelola jasa wisata bahari serta wisatawan yang berada di lokasi.

    Selain menjaga situasi Kamtibmas, personel Satpolairud memberikan imbauan kepada pengelola maupun wisatawan agar tidak mengabaikan aspek keselamatan selama melakukan aktivitas di kawasan perairan. Pengelola jasa wisata bahari diingatkan untuk memastikan peralatan keselamatan dalam kondisi baik dan siap digunakan, terutama perlengkapan keselamatan bagi wisatawan yang melakukan aktivitas di laut.

    “Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Sebelum wisatawan melakukan aktivitas di perairan, pastikan seluruh perlengkapan keselamatan telah tersedia dan layak digunakan,” pesan Bripda Marvelino kepada pengelola dan wisatawan.

    Senada dengan hal tersebut, Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H. turut menyampaikan pesan kepada seluruh wisatawan dan pengelola wisata bahari di kawasan Grand Watudodol.

    “Kami minta pengelola wisata bahari untuk konsisten mengutamakan faktor keselamatan bagi setiap wisatawan, mulai dari kelayakan perahu, ketersediaan pelampung, hingga kesiapan personel yang mendampingi aktivitas di laut. Kepada wisatawan, kami imbau untuk selalu mengikuti arahan petugas dan pengelola demi keselamatan bersama,” ujar Kompol Muchammad Wahyudi.

    Petugas juga mengingatkan wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang dan situasi perairan. Wisatawan diminta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas apabila kondisi perairan dinilai tidak aman.

    Berdasarkan pemantauan di lapangan, situasi kawasan wisata bahari Grand Watudodol dalam kondisi aman dan kondusif. Cuaca terpantau cerah dengan kondisi ombak rendah, sementara air laut dalam kondisi pasang.

    Kehadiran personel Satpolairud mendapat respons positif dari wisatawan. Patroli tersebut memberikan rasa aman sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di kawasan wisata berlangsung tertib.

    “Patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya di kawasan wisata bahari. Kami ingin wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman, nyaman dan tetap mengutamakan keselamatan,” tegas Bripda Marvelino.

    Di akhir kegiatan, Aipda I Nyoman Suma turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada wisatawan serta pengelola wisata atas kerja sama yang baik selama patroli berlangsung.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wisatawan dan pengelola wisata bahari Grand Watudodol atas kerja sama dan kesediaannya mengikuti arahan petugas selama kegiatan patroli hari ini. Sinergi seperti ini yang membuat kawasan wisata tetap aman dan nyaman bagi semua,” ujar Aipda I Nyoman Suma.

    Patroli Harkamtibmas di kawasan Grand Watudodol menjadi bagian dari upaya preventif Satpolairud Polresta Banyuwangi dalam menjaga keamanan kawasan wisata pesisir sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keselamatan di perairan.

    Dengan sinergi antara kepolisian, pengelola wisata dan masyarakat, diharapkan kawasan wisata bahari Grand Watudodol tetap menjadi destinasi yang aman, nyaman dan ramah bagi wisatawan.

    Hingga kegiatan berakhir, situasi di kawasan wisata Grand Watudodol terpantau aman, tertib dan kondusif, serta seluruh rangkaian patroli berjalan lancar.(Bunarwi)

  • Hari Juang Polri Refleksi Hukum, Reaktualisasi Proklamasi Polisi 1945, dan Tantangan Keadilan Modern

    Hari Juang Polri Refleksi Hukum, Reaktualisasi Proklamasi Polisi 1945, dan Tantangan Keadilan Modern

    Malang,suaraglobal.news Peringatan Hari Juang Polri setiap tanggal 21 Agustus bukan sekadar seremoni historis yang terjadwal dalam kalender nasional. Bagi kita para penegak hukum dan seluruh rakyat Indonesia, momentum ini adalah critical point untuk menengok kembali akar eksistensial Korps Bhayangkara. Sejarah mencatat, pada 21 Agustus 1945 di Surabaya, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama Pasukan Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsu Tai) dengan berani mengumandangkan Proklamasi Polisi Republik Indonesia.

    Peristiwa itu menegaskan satu hal fundamental: Polisi lahir langsung dari rahim perjuangan rakyat demi mempertahankan kemerdekaan, bukan sekadar instrumen kekuasaan.

    Sebagai seorang praktisi hukum dan bagian dari organisasi advokat (Peradi), saya melihat substansi Hari Juang Polri memiliki korelasi filosofis yang sangat erat dengan penegakan hukum (law enforcement) yang berkeadilan di era modern ini.

    1. Dialektika Sejarah dan Penguatan Moral Personel

    Sejarah penegakan hukum senantiasa bergerak dinamis. Hari Juang Polri mengajarkan kita bahwa institusi kepolisian dibentuk atas fondasi moral yang kokoh, yaitu kesetiaan penuh pada negara (NKRI) dan perlindungan kepada masyarakat.

    Tantangan tugas kepolisian hari ini tentu jauh berbeda dan lebih kompleks dibanding tahun 1945.

    Jika dahulu musuh yang dihadapi adalah kolonialisme fisik, hari ini musuh penegakan hukum adalah ketidakpastian hukum, kejahatan siber lintas negara, korupsi, hingga tantangan menjaga ruang publik yang demokratis dan humanis.

    Di sinilah letak pentingnya mewarisi spirit 1945: bukan senjatanya yang kita replikasi, melainkan integritas, keberanian, dan kejujuran para pendahulu yang harus mengalir dalam nadi setiap insan Bhayangkara.

    2. Sinergitas Catur Wangsa Penegak Hukum

    Dalam kacamata hukum formal, Polri dan Advokat adalah bagian penting dari “Catur Wangsa” penegak hukum bersama Jaksa dan Hakim. Hubungan antara Polri dan Advokat tidak boleh dilihat sebagai hubungan yang konfrontatif, melainkan hubungan yang fungsional-simbiotis demi tegaknya keadilan (due process of law).

    Semangat Hari Juang Polri harus dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat profesionalisme kepolisian dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan yang objektif, transparan, dan akuntabel. Ketika Polri menjalankan tugasnya secara “Presisi” dan menghormati hak-hak konstitusional warga negara—termasuk hak untuk didampingi penasihat hukum—maka marwah penegakan hukum di Indonesia akan semakin bermartabat.

    3. Menyongsong Penegakan Hukum yang Humanis dan Berkeadilan Rakyat

    “Sebagai Ketua Peradi di tingkat daerah dan pengurus pusat, kami selalu menekankan pentingnya akses keadilan bagi masyarakat marginal. Polri pun memiliki tantangan serupa: bagaimana mentransformasikan wajah penegakan hukum dari yang terkesan “tajam ke bawah, tumpul ke atas” menjadi hukum yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa tebang pilih”. Ujar AcH, Hussairi S.H, M.H, CLHR.

    Konsep keadilan restoratif (restorative justice) yang kini gencar digaungkan Polri merupakan salah satu langkah maju yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam Hari Juang Polri. Hukum tidak boleh hanya melulu soal pembalasan atau pemenjaraan, tetapi bagaimana memulihkan kemanfaatan, kedamaian, dan harmoni di tengah masyarakat.

    Selamat Hari Juang Polri. Kiranya momentum ini memicu seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mempertebal integritas, dan konsisten menjadi garda terdepan pelindung hak-hak masyarakat.

    “Mari kita rawat bersama cita-cita kemerdekaan hukum ini. Peradi siap berjalan beriringan dengan jajaran Polri untuk mewujudkan sistem peradilan yang bersih, jujur, serta berorientasi pada keadilan yang sejati demi menyongsong Indonesia yang lebih maju dan beradab”. Ujar hussairi S.H, M.H

  • Perayaan HUT RI ke-81 di Sumberrejo Pagak Pemuda Bergerak, Warga Bersatu “Kampung Pusat RT 19”

    Perayaan HUT RI ke-81 di Sumberrejo Pagak Pemuda Bergerak, Warga Bersatu “Kampung Pusat RT 19”

     Malang//suaraglobal.news Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Sumberrejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang berlangsung semarak soud horeg. Bukan hanya menghadirkan perlombaan rakyat, momentum kemerdekaan tahun ini juga memperlihatkan kuatnya peran pemuda dalam menggerakkan kebersamaan masyarakat.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari acara tahunan sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia HUT RI ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara di ikuti sebanyak 15 peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai lembaga pendidikan hingga warga dari setiap Dusun, Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT), Pada hari Sabtu. (22/08/2026)

    Pemerintah Desa Sumberrejo memberikan kepercayaan kepada Karang Taruna dan pemuda setempat untuk menjadi penggerak sekaligus penyelenggara kegiatan. Handoyo selaku kordinator lapangan bersama jajaran panitia dipercaya mengordinasikan seluruh rangkaian acara.

    Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari perayaan tahun ini. Generasi muda tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi diberi ruang untuk mengambil tanggung jawab, mengatur kegiatan, membangun komunikasi dengan masyarakat, sekaligus memastikan seluruh acara berjalan tertib

    Yang menarik, kemeriahan tidak hanya datang dari kalangan eeeeanak-anak dan pemuda. Para ibu turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sehingga perayaan kemerdekaan terasa sebagai pesta bersama seluruh warga desa.
    Kepala Desa Sumberrejo, H.ansori mengapresiasi kerja keras panitia serta partisipasi masyarakat yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan kegiatan.

    “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemuda-pemudi yang telah menyukseskan acara tersebut. Begitu pula kepada para emak-emak yang telah turut ambil bagian. Tanpa dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, acara hari ini tidak akan memiliki makna,” ujar yoyok subandrio selaku Rt19

    perayaan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan gambaran nyata bagaimana persatuan dan gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat desa.

    Sementara itu, yoyok subandrio selaku perwakilan ketua panitia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa yang telah memberikan kepercayaan kepada pemuda untuk mengelola kegiatan tersebut.

    “Kami jajaran panitia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa yang telah mempercayakan kepada kami sebagai penyelenggara peringatan HUT RI ke-81 ini. Ini adalah bentuk kepercayaan yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab,”ujar handoyo selaku kordinator lapangan

    Ia berharap kepercayaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemuda Desa untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan di lingkungan mereka.

    “Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita terus bahu-membahu untuk kesuksesan acara-acara tingkat desa kita di masa depan,” ujarnya.

    Syaiful/Sambo

  • KMP Bontang Express || Terbakar Saat Parkir Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

    KMP Bontang Express || Terbakar Saat Parkir Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

    Banyuwangi//suaraglobal.news – Kapal Motor Penumpang (KMP) Bontang mengalami kebakaran saat berada di Perairan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

    Peristiwa tersebut terjadi pada titik koordinat 8° 8′ 23.58″ S, 114° 24′ 3.07″ E. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.

    Berdasarkan laporan Satpolairud Polresta Banyuwangi, kapal KMP Bontang saat kejadian sedang lego jangkar. Nahkoda kapal, Denny Alexsander, yang berada di atas kapal kemudian melihat kobaran api membesar dari bagian ruang menyusui di lantai 2 kapal.

    Melihat kondisi tersebut, Denny segera memberitahukan kepada para anak buah kapal (ABK) untuk melakukan upaya pemadaman. Para ABK kemudian menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta menyiram bagian yang terbakar menggunakan air.

    Tidak hanya itu, ABK dari kapal yang berada di sekitar lokasi juga turut memberikan bantuan dengan menggunakan selang air. Berkat respons cepat tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan.

    Akibat kejadian itu, pihak perusahaan kapal mengalami kerugian materiel. Namun, hingga laporan dibuat, jumlah kerugian masih belum dapat dipastikan.

    Dalam peristiwa kebakaran tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.

    Sementara itu, dua orang yang dimintai keterangan sebagai saksi yakni Denny Alexsander (50), nahkoda KMP Bontang, serta Slamet Hariyanto (26), ABK kapal.

    Petugas Satpolairud Polresta Banyuwangi yang mendatangi lokasi kejadian di antaranya Aiptu Erman Wahyudi, Bripka Taufiq, dan Bripda Lutfan.

    Petugas kemudian melakukan sejumlah tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), membuat laporan kejadian, mendata saksi serta korban, hingga melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

    Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., mengimbau seluruh nahkoda dan ABK kapal agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.

    “Kami mengimbau kepada seluruh nahkoda dan ABK untuk selalu memastikan kondisi kapal, terutama peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran, dalam keadaan baik serta siap digunakan. Setiap potensi gangguan harus segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi kejadian yang lebih besar,” ujarnya.

    Menurutnya, pemeriksaan terhadap peralatan keselamatan, instalasi listrik, mesin, serta alat pemadam kebakaran harus dilakukan secara berkala. Kesiapsiagaan awak kapal juga menjadi bagian penting dalam mencegah korban apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

    “Respons cepat para ABK dalam melakukan pemadaman sangat penting. Namun, yang paling utama adalah bagaimana melakukan pencegahan melalui pemeriksaan dan perawatan kapal secara rutin,” tambahnya.

    Sementara itu, Aiptu Erman Wahyudi, S.H., mengingatkan para awak kapal agar tidak mengabaikan prosedur keselamatan selama berada di laut.

    “Kami mengingatkan kepada nahkoda dan seluruh ABK agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya. Pastikan APAR, selang pemadam, life jacket dan perlengkapan keselamatan lainnya tersedia serta dapat digunakan sewaktu-waktu,” kata Erman.

    Ia juga meminta setiap awak kapal memahami jalur evakuasi serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

    “Jangan panik ketika menghadapi kondisi darurat. Segera lakukan tindakan sesuai prosedur, prioritaskan keselamatan jiwa dan segera berkoordinasi dengan petugas terkait,” imbuhnya.

    Satpolairud Polresta Banyuwangi selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan kapal terkait kerugian materiel yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.

    Koordinasi juga dilakukan dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan kejadian berjalan sesuai prosedur.

    Kasat Polairud Polresta Banyuwangi menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian bersama.

    “Kami mengajak seluruh pengguna jasa dan operator kapal di wilayah perairan Banyuwangi untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan. Jangan menunggu terjadi musibah baru melakukan pemeriksaan. Pencegahan jauh lebih penting,” tegas Kompol Muchammad Wahyudi.

    Dengan adanya respons cepat dari awak kapal dan bantuan dari kapal di sekitar lokasi, kebakaran KMP Bontang berhasil ditangani sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Situasi di sekitar Perairan Ketapang selanjutnya dapat kembali terkendali.(Bunarwi)

  • Anggota DPR RI Kombes Pol (Purn)Dr Maruli Siahaan SH.MH Wujudkan Keperdulian Kegiatan Sosial Keagamaan

    Anggota DPR RI Kombes Pol (Purn)Dr Maruli Siahaan SH.MH Wujudkan Keperdulian Kegiatan Sosial Keagamaan

    Medan/suaraglobal.news

    Sebagai wujud kepedulian terhadap kegiatan sosial dan keagamaan serta upaya mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat, *Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H.,* Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, turut memberikan perhatian dan dukungan kepada Komunitas Kristen Perempuan Indonesia (KKPI) dalam rangka perayaan hari ulang tahunnya yang ke-3.

    Dalam kesempatan tersebut, kehadiran dan dukungan Maruli Siahaan diwakili oleh *Pdt. Purnama Siahaan, S.Th., M.Pd.,* selaku Tim Maruli Siahaan, yang menghadiri langsung acara Perayaan Ulang Tahun KKPI ke-3 yang dilaksanakan di Taman Candika, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.

    Kehadiran perwakilan Maruli Siahaan menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun komunikasi, kebersamaan, serta kepedulian dengan berbagai komunitas dan elemen masyarakat, khususnya dalam kegiatan yang membawa nilai-nilai kasih, persaudaraan, pelayanan, dan penguatan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan tersebut, keluarga besar KKPI menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Maruli Siahaan atas perhatian, dukungan, serta kehadirannya dalam momentum perayaan HUT ke-3 KKPI.

    Maruli Siahaan, dukungan terhadap kegiatan masyarakat bukan sekadar bentuk kehadiran seremonial, melainkan bagian dari upaya untuk terus mendengar, hadir, dan membangun kebersamaan dengan masyarakat. Setiap komunitas memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang semakin peduli, rukun, dan saling menguatkan.

    Perayaan HUT ke-3 KKPI ini juga diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkokoh persatuan dan kebersamaan para perempuan Kristen Indonesia, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam pelayanan sosial, keluarga, gereja, dan masyarakat.

    “Kiranya di usia yang ke-3 ini, Komunitas Kristen Perempuan Indonesia semakin bertumbuh, semakin solid, dan terus menjadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat, serta bangsa dan negara. Semoga setiap pelayanan yang dilakukan senantiasa dilandasi kasih dan ketulusan.”

    Melalui momentum tersebut, Maruli Siahaan kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, memberikan perhatian, dan membangun kebersamaan, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat Sumatera Utara.

    (Gerson M E Siahaan)