L
Memuat...
PERISTIWA

Telah Terjadi Laka Laut Di Grajagan Banyuwangi Kapal Slerek Dihantam Ombak Dua Nelayan Meninggal Dunia

Banyuwangi, suaraglobal.news – Kecelakaan laut (laka laut) terjadi di perairan Pelawangan, pintu masuk Pelabuhan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (20/7/2026) dini hari. Kapal jenis jurek bernama INOVASI terbalik setelah dihantam gelombang besar saat hendak memasuki pelabuhan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, saat kapal yang baru kembali dari melaut berusaha masuk ke area pelabuhan. Namun, kondisi gelombang tinggi di Pelawangan menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling.

Kapal INOVASI berangkat melaut pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dengan jumlah anak buah kapal (ABK) sekitar 33 orang.

Setelah melakukan penangkapan ikan, kapal kembali menuju Pelabuhan Grajagan pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat tiba di Pelawangan sekitar pukul 04.00 WIB, kapal dihantam gelombang besar hingga terbalik.

Akibat kejadian tersebut:

29 orang selamat
2 orang meninggal dunia
2 orang masih dalam pencarian

Saat ini posisi kapal berada di sekitar pintu masuk Pelawangan Pelabuhan Grajagan.

Dua korban meninggal dunia diketahui:

Purnomo (60), nelayan asal Dusun Sumberjadi, Desa Tegaldlimo.
Suwari (47), nelayan asal Sraten.

Petugas dari Pos Polairud Selatan yang dipimpin Aipda I Wayan Wedhana langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal serta koordinasi evakuasi.

Saksi-Saksi
Selamat Hariyanto (61), nelayan asal Desa Rejoagung, Kecamatan Srono
Gio Hadi Saputra (40), nelayan asal Kecamatan Songgon

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus mengimbau seluruh nelayan untuk lebih waspada saat melaut.

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang, khususnya saat melintasi Pelawangan Grajagan yang dikenal memiliki arus dan ombak cukup ekstrem.”

Ia juga menekankan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama.

“Pastikan setiap kapal dilengkapi alat keselamatan seperti life jacket dan perlengkapan pendukung lainnya. Jangan memaksakan masuk pelabuhan apabila kondisi gelombang tidak memungkinkan.”

Selain itu, pihaknya memastikan bahwa jajaran Polairud bersama tim gabungan akan terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan serta memberikan pengamanan di wilayah perairan.

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama nelayan setempat. Penyisiran difokuskan di sekitar area Pelawangan dan perairan sekitar Pelabuhan Grajagan.(Bunarwi)

Ditulis oleh: admin SuaraGlobalNews

Lihat Semua Artikel
Dilihat 17 kali
BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan