Indramayu//suaraglobal.news — Setiap bulan Oktober, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, selalu ramai oleh pagelaran budaya karnaval tahunan yang kini semakin dikenal masyarakat luas dan mulai menjadi tujuan wisata unggulan di wilayah Kabupaten Indramayu. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian tradisi Unjungan Buyut Kebulen ini digelar secara turun‑temurun sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur daerah.09/10/2026
Anggota DPRD dari praksi PDIP Kabupaten Indramayu Ungfy Pitriani, S.H., yang juga putri dari Kuwu Desa Kebulen H. Tarkani, S.H., turut hadir memberikan pesan moral kepada ribuan warga dan tamu undangan yang hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Indramayu adalah harta karun bersama yang harus dijaga dan dikembangkan, bukan hanya untuk saat ini tetapi juga untuk generasi mendatang.
“Sudah semestinya kita semua menjaga bersama budaya asli Indramayu ini, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, agar tidak hilang tergerus zaman,” ujar Ungfy Pitriani, S.H.
Ia menambahkan, pagelaran karnaval ini bukan sekedar hiburan semata, melainkan ajang silaturahmi antar‑tokoh masyarakat, pemuda, dan warga dari berbagai kecamatan di sekitar Jatibarang. Acara terselenggara berkat semangat gotong‑royong antara Pemerintah Desa Kebulen, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang menyediakan dana serta tenaga untuk mensukseskan perhelatan tahunan tersebut.
Rangkaian karnaval sendiri diisi dengan arak‑arakan kostum adat khas daerah, penampilan seni lokal, dan pertunjukan budaya yang dipersiapkan oleh kelompok pemuda serta warga Desa Kebulen. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Indramayu Saefudin juga turut hadir menyaksikan kemeriahan dan memberikan apresiasi atas upaya masyarakat dalam mempromosikan potensi budaya sekaligus mengembangkan sektor budaya lokal Dess.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan karnaval ini membawa dampak positif yang nyata bagi pelaku usaha kecil dan pedagang lokal. Banyak pedagang, termasuk Casiem yang berasal dari Desa Ciperna, datang dari jauh untuk membuka lapak dagangan makanan, minuman, dan barang kebutuhan pengunjung guna mendapatkan keuntungan selama acara berlangsung. Keramaian tamu yang datang dari luar desa secara tidak langsung membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

Masyarakat Desa Kebulen berharap, dengan terus digelarnya pagelaran budaya ini setiap tahun, desa mereka akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya andalan Indramayu, serta selalu diberkahi kelimpahan rezeki dan keharmonisan hidup. Pemerintah desa juga berencana menyempurnakan fasilitas penunjang wisata agar tahun‑tahun mendatang karnaval dapat lebih meriah dan menarik lebih banyak pengunjung dari luar daerah.
Hingga sampai saat ini rangkaian kegiatan pagelaran budaya karnaval masih berjalan dengan penuh semangat dan antusiasme warga.
(DS)


Komentar