L
Memuat...
TNI & POLRI

Personel Satpolairut Resta Banyuwangi Sambangi Masyarakat Nelayan Di Pesisir Pantai Kampe

Banyuwangi//suaraglobal.news – Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus menciptakan keamanan dan keselamatan aktivitas pelayaran terus dilakukan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi.

Melalui kegiatan patroli dialogis dan pembinaan penyuluhan (Binluh), personel Satpolairud menyambangi masyarakat nelayan di kawasan Pantai Kampe, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.15 WIB hingga selesai, dengan Kasat Polairud Polresta Banyuwangi selaku Perwira Pengendali. Patroli dilaksanakan oleh Aipda Ida Bagus selaku Kanit Pos Utara bersama Bripda Luthfan sebagai anggota Pos Utara.

Dalam dialog bersama nelayan dan warga pesisir, personel Satpolairud memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir.

Nelayan diingatkan tidak menggunakan bahan peledak (handak), bahan kimia, setrum maupun alat tangkap yang dapat merusak terumbu karang dan ekosistem biota laut.

Petugas juga menjelaskan bahwa praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan tidak hanya berdampak terhadap keberlangsungan populasi ikan dan terumbu karang, tetapi juga dapat berhadapan dengan konsekuensi hukum.

“Laut adalah sumber kehidupan nelayan. Kalau ekosistemnya rusak, yang paling merasakan dampaknya justru masyarakat pesisir sendiri. Karena itu, mari menangkap ikan dengan cara yang ramah lingkungan dan tidak merusak terumbu karang maupun biota laut lainnya,” pesan Bripda Luthfan saat memberikan Binluh.

Selain menjaga ekosistem, nelayan juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan pelayaran.

Petugas mengimbau agar nelayan tidak menebarkan jaring maupun memasang alat tangkap di alur pelayaran, khususnya jalur yang digunakan kapal penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Pemasangan alat tangkap di jalur pelayaran dinilai dapat membahayakan nelayan maupun pengguna jasa penyeberangan apabila mengganggu pergerakan kapal.

“Kami mengimbau nelayan tidak memasang jaring atau alat tangkap di alur pelayaran. Ini bukan hanya menyangkut keselamatan kapal, tetapi juga keselamatan nelayan itu sendiri. Mari saling menghormati ruang aktivitas di laut agar pelayaran tetap aman dan lancar,” tegas Luthfan.

Personel juga mengingatkan nelayan untuk menghindari penggunaan jaring trawl atau alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

Sementara itu, Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menegaskan bahwa kegiatan Binluh kepada masyarakat pesisir merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk membangun kesadaran hukum sekaligus menjaga kelestarian wilayah perairan.

“Kami mengajak seluruh nelayan untuk menjadi bagian dari upaya menjaga laut. Jangan menggunakan cara atau alat tangkap yang merusak lingkungan, karena kelestarian laut merupakan investasi bagi kehidupan generasi berikutnya,” ujar Kompol Wahyudi.

Menurutnya, keamanan dan kelestarian laut tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat, melainkan membutuhkan kesadaran dan kerja sama seluruh masyarakat pesisir.

“Kami juga mengingatkan agar nelayan tidak memasang alat tangkap di alur pelayaran. Mari kita ciptakan laut yang aman bagi nelayan sekaligus aman bagi kapal-kapal yang melintas, khususnya jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk,” imbuhnya.

Kompol Wahyudi juga mengajak para nelayan mengedepankan komunikasi dan kerukunan apabila terjadi persoalan di wilayah perairan.

“Utamakan komunikasi dan jangan mudah terjadi konflik antarnelayan. Dengan saling menghormati wilayah aktivitas masing-masing, keamanan, ketertiban dan kerukunan masyarakat pesisir dapat terus terjaga,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Satpolairud Polresta Banyuwangi juga mendorong masyarakat pesisir untuk ikut berperan sebagai pengawas dan penjaga lingkungan laut.

Nelayan diminta segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, racun, setrum maupun aktivitas lain yang berpotensi merusak ekosistem laut atau mengganggu keselamatan pelayaran.

Hasil kegiatan menunjukkan terciptanya situasi keamanan yang kondusif di kawasan Pantai Kampe, Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, keamanan alur pelayaran serta kerukunan antarnelayan terus didorong melalui komunikasi langsung dan edukasi secara humanis.

Melalui patroli dialogis dan Binluh tersebut, Satpolairud Polresta Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat pesisir, menjaga laut, melindungi nelayan, memastikan keselamatan pelayaran dan membangun kesadaran hukum demi terwujudnya wilayah perairan Banyuwangi yang aman, tertib dan lestari.(Bunarwi)

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.