L
Memuat...
TNI & POLRI

Personel Satpolairud Resta Banyuwangi Lakukan Evakuasi Jenazah Di Perairan Melaties Ketapang Tanjungwangi

Banyuwangi//suaraglobal.news – Warga nelayan pesisir dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah di Perairan Melaties, Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh masyarakat nelayan yang sedang beraktivitas di sekitar perairan. Mendapat laporan tersebut, personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.

Penemuan jenazah berada di sekitar koordinat 08° 7’ 3.46” S, 114° 24’ 17.87” E. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah menggunakan kapal Pol X-1055.
Selanjutnya, jenazah dibawa menuju RSUD Blambangan Banyuwangi menggunakan ambulans Dokkes untuk menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan identitas awal yang diperoleh petugas, jenazah diketahui bernama Amat Sodikin, laki-laki berusia 33 tahun.
Korban tercatat sebagai buruh harian lepas dan beralamat di Pulesari, RT 005/RW 002, Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Petugas masih melakukan pendalaman dan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan seluruh informasi mengenai korban maupun kronologi kejadian.

Dalam penanganan di lokasi, sejumlah personel Satpolairud Polresta Banyuwangi diterjunkan. Mereka yakni Aiptu Erman Wahyudi, Aipda Suma, Bripka Agam, Bripka Romi dan Bripda Luthfan.

Sementara dua orang yang memberikan keterangan sebagai saksi yakni Buang Prayitno, warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, serta Edy, warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Salah satu personel yang mendatangi lokasi, Aiptu Erman Wahyudi, mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan ketika melakukan aktivitas di laut.

Menurutnya, kondisi perairan dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang serta memastikan perlengkapan keselamatan sebelum melaut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di wilayah perairan, agar selalu mengutamakan keselamatan. Perhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut serta gunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai,” ujar Aiptu Erman Wahyudi.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kejadian atau sesuatu yang mencurigakan di wilayah perairan.

“Apabila menemukan kejadian darurat, orang yang membutuhkan pertolongan, maupun sesuatu yang mencurigakan di laut, segera informasikan kepada petugas terdekat agar dapat segera dilakukan penanganan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan menjadi salah satu perhatian utama jajaran Satpolairud.

Ia mengingatkan para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca maupun gelombang dinilai tidak aman.

“Kami mengingatkan seluruh nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di perairan agar selalu mengutamakan keselamatan. Jangan memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan,” tegas Kompol Muchammad Wahyudi.

Menurutnya, penggunaan alat keselamatan juga menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Nelayan diharapkan memastikan kondisi kapal, mesin, alat komunikasi serta perlengkapan keselamatan sebelum berangkat.

“Pastikan kapal dan perlengkapan dalam kondisi baik, gunakan alat keselamatan, serta tetap membawa alat komunikasi untuk mengantisipasi apabila terjadi keadaan darurat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pesannya.

Kompol Muchammad Wahyudi juga mengajak masyarakat pesisir untuk meningkatkan kepedulian dan saling membantu apabila menemukan kondisi yang membutuhkan pertolongan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan. Segera laporkan kepada petugas apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan, sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

Dalam kejadian tersebut, proses evakuasi dilakukan oleh petugas Satpolairud menggunakan kapal Pol X-1055. Setelah berhasil dievakuasi dari perairan, jenazah kemudian diserahkan untuk proses pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut di RSUD Blambangan.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut. Informasi mengenai penyebab korban hingga akhirnya ditemukan di perairan masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Penemuan jenazah ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir Banyuwangi mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.

Satpolairud Polresta Banyuwangi mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk tidak mengabaikan faktor cuaca, selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak memaksakan diri ketika kondisi perairan berbahaya, serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi keadaan darurat.

Dengan sinergi antara kepolisian, nelayan dan masyarakat pesisir, diharapkan keamanan serta keselamatan aktivitas di wilayah perairan Banyuwangi dapat terus terjaga.(Bunarwi)

Ditulis oleh: admin

Lihat Semua Artikel
Dilihat 11 kali
BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan