Banyuwangi, suaraglobal.news – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi terus menggencarkan patroli dialogis dan pembinaan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat pesisir serta para pelaku aktivitas perairan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) sekaligus meningkatkan kesadaran keselamatan di kawasan pelabuhan
Kegiatan patroli dan dialogis tersebut dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026) mulai pukul 09.50 WIB hingga selesai, dengan menyasar kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satpolairud Polresta Banyuwangi yang dipimpin Kasat Polairud selaku Perwira Pengendali, bersama Bripka Taufiq. selaku Ka Jaga dan Bripka Agam F selaku anggota jaga., menyambangi sejumlah aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan, termasuk pengelola dan pekerja kapal ikan.
Patroli dilakukan dengan pendekatan humanis. Petugas berdialog langsung dengan pengelola kapal, awak kapal, pekerja bongkar muat serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar dermaga.
Dalam kesempatan itu, personel memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan selama melakukan aktivitas di kawasan perairan maupun dermaga.
Petugas juga mengingatkan pengelola dan awak kapal agar selalu memperhatikan kelaikan kapal, kondisi mesin, tali tambat, alat komunikasi serta perlengkapan keselamatan, sebelum maupun selama melakukan aktivitas di laut.
Selain menjaga Harkamtibmas, aspek keselamatan menjadi perhatian utama Satpolairud Polresta Banyuwangi.
Petugas mengimbau para nelayan dan awak kapal untuk selalu mengenakan life jacket ketika melakukan aktivitas yang memiliki risiko jatuh ke laut. Perlengkapan keselamatan lainnya juga harus disiapkan dan dipastikan dalam kondisi layak digunakan.
Masyarakat pesisir juga diminta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai membahayakan.
“Sebelum melakukan aktivitas di laut, kami mengimbau para nelayan dan pengelola kapal untuk selalu mengecek kondisi cuaca melalui informasi resmi BMKG. Jangan memaksakan melaut apabila kondisi cuaca maupun gelombang tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pesan Bripka Agam F.
Bripka Taufik juga mengingatkan agar aktivitas bongkar muat dilakukan dengan memperhatikan keselamatan pekerja serta tidak mengabaikan penggunaan alat pelindung diri.
Sementara itu, Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan para pelaku usaha perairan.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan maupun perairan mendapatkan rasa aman. Patroli dialogis juga menjadi sarana untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai keamanan dan keselamatan di laut,” ujar Kompol Muchammad Wahyudi.
Menurutnya, keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang melakukan aktivitas di wilayah perairan.
Kami mengajak pengelola kapal, nakhoda, ABK, nelayan dan seluruh pekerja untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan. Gunakan perlengkapan keselamatan, cek kondisi kapal sebelum berangkat, pantau perkembangan cuaca dan jangan mengambil risiko apabila situasi tidak memungkinkan,” tegasnya.
Kompol Wahyudi juga meminta masyarakat segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan gangguan keamanan, kecelakaan maupun kondisi darurat di wilayah perairan.
“Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan atau terjadi keadaan darurat, segera laporkan kepada petugas. Jangan menunggu sampai persoalan menjadi lebih besar. Polri siap hadir memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pengelola kapal ikan yang ditemui petugas menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kegiatan patroli serta pembinaan yang dilakukan Satpolairud Polresta Banyuwangi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada anggota Satpolairud yang rutin datang dan memberikan imbauan kepada kami. Masukan tentang keselamatan, penggunaan perlengkapan keselamatan dan kondisi cuaca sangat bermanfaat bagi kami yang setiap hari beraktivitas di kapal,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat pelabuhan memberikan rasa aman sekaligus mengingatkan para pekerja agar tidak mengabaikan faktor keselamatan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Dengan adanya komunikasi langsung bersama petugas, kami bisa lebih memahami apa saja yang harus diperhatikan sebelum kapal beraktivitas di laut,” tambahnya.
Dari kegiatan patroli tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pelabuhan terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat, kapal ikan, kendaraan serta kegiatan bongkar muat berlangsung secara normal.
Satpolairud Polresta Banyuwangi menegaskan akan terus meningkatkan patroli preventif dan dialogis di sejumlah kawasan pesisir, pelabuhan maupun lokasi aktivitas masyarakat perairan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri, pengelola pelabuhan, pengelola kapal, nelayan, awak kapal, pekerja dan masyarakat pesisir dalam menciptakan kawasan perairan yang aman, tertib dan mengutamakan keselamatan.
Satpolairud Polresta Banyuwangi hadir bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi, memberikan edukasi dan memastikan masyarakat pesisir merasa terlindungi. Semangat tersebut menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.(Bunarwi)
