Banyuwangi//suaraglobal.news – Memasuki hari kedua operasi pencarian nelayan hilang di perairan Grajagan, jajaran Satpolairud Polresta Banyuwangi bersama tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan menyisir wilayah perairan muara Bedul hingga pesisir Pantai Grajagan. Pencarian dilakukan secara terpadu dengan metode penyisiran laut menggunakan perahu karet Basarnas serta patroli darat menggunakan kendaraan roda dua dan berjalan kaki.
Aiptu Erman Wahyudi, S.H. menjelaskan bahwa strategi pencarian difokuskan pada dua sektor utama:
“Pada hari kedua ini, pencarian kami bagi menjadi dua, yaitu sektor laut dan darat. Tim laut menggunakan perahu karet untuk menyisir muara hingga perairan terbuka, sementara tim darat melakukan penyisiran sepanjang garis pantai,” jelasnya.
Penyisiran dilakukan hingga radius 10 kilometer ke arah timur dan 5 kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian, dengan harapan memperluas area pencarian korban.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Satpolairud, Ditpolairud, serta unsur pendukung lainnya terlihat bahu-membahu di lapangan. Selain menghadapi medan pantai berbatu dan arus laut yang cukup kuat, kondisi pasang air laut juga menjadi tantangan tersendiri.
Hingga laporan ini disampaikan, dua orang nelayan masih belum ditemukan dan proses pencarian akan terus dilanjutkan.
Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan:

“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, melengkapi diri dengan alat keselamatan, serta tidak memaksakan aktivitas saat cuaca tidak bersahabat. Keselamatan adalah prioritas utama.”
Lebih lanjut, Kasat menekankan pentingnya koordinasi dan pelaporan cepat apabila terjadi keadaan darurat di laut.
Kegiatan SAR ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya nelayan.
Sinergitas antar instansi diharapkan mampu mempercepat proses pencarian serta memberikan kepastian bagi keluarga korban.(Mohamad)
