L
Memuat...
SENI & BUDAYA

DISKUSI PUBLIK TEATER ANAK Teater Anak Indonesia Terus Tumbuh Berkembang

Yogyakarta//suaraglobal.news. Bertempat di Aula Gedung Jurusan Teater Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Jl. Parangtritis Km. 6,5 Sewon Bantul DIY pada Kamis, 9 Juli 2026 jam 13.00 – 15.00 WIB. diadakan Diskusi Publik Teater Anak.

Narasumber sarasehan Dr. Drs. Nur Iswantara, M.Hum., Akademisi Teater – Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta; Dindon WS, Sutradara Teater – Teater Kubur Jakarta; Heri Maryanto, Kepala Bidang Adat dan Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul; Wimbadi JP, Pemerhati Teater dan Film; Djaelani Manock, Praktisi Teater, Penulis Naskah dan Sutradara Teater Lorong Junior Jakarta dan Moderator Sultan Mahadi Syarif, Sutradara Teater.

Teater anak adalah bentuk seni pertunjukan drama yang secara khusus dimainkan oleh atau ditujukan untuk anak-anak. Konsep ini berfungsi ganda sebagai media ekspresi kreatif dan pendidikan karakter, yang dirancang untuk merangsang imajinasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan empati pada anak-anak.

Dr. Drs. Nur Iswantara, M.Hum., Akademisi Teater – Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta melacak bahwa sejarah teater anak di Indonesia dapat ditelusuri sejak zaman penjajahan bangsa Belanda. Era itu pengaruh teater Barat dan teater tradisional mulai hadir dalam budaya pertunjukan. Pada awalnya, bentuk teater yang kita pertunjukkan lebih berfokus pada hiburan masyarakat dewasa, seperti wayang kulit, kethoprak, ludruk, dll. Akan tetapi, beberapa unsur dari pertunjukan memiliki segmen untuk anak-anak, cerita yang sarat dengan pesan moral.

Setelah kemerdekaan, Indonesia mulai membuka diri terhadap pengaruh seni pertunjukan barat, terutama dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Di Yogyakarta, Sri Murtono pendiri Sekolah Seni Drama dan Film (SSDRAF) (1951-1955) dan Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI) Yogyakarta (1955-2002) pada tanggal 17 Juli 1958 menulis dan mementaskan Drama Aanak-anak 10 tahun keatas berjudul Radja Sehari dan Bende Wasiat.

Pada era 1960an, teater anak mulai terkenal di beberapa sekolah di Jakarta dan kota besar lainnya. Salah satu tokoh penting dalam perkembangan teater anak di Indonesia adalah Mohamad Diponegoro yang mendirikan “Teater Kecil”. Sejarah teater anak di Indonesia mulai berkembang pada era 1970-an sebagai sarana edukasi dan pengembangan bakat di sekolah-sekolah.

Diera 1980an, Saini KM menulis dan mementaskan teater anak dengan judul Kerajaan Burung (1980). Karya ini pemenang sayembara penulisan naskah yang diadakan oleh Direktorat Kesenian, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. Dari naskah tersebut pertunjukannya cenderung teater musikal, ada lagu, dialog, gerak. Visualisasi panggung imajinatif dan dekoratif. Naskah Kerajaan Burung sarat pesan hubungan manusia dan kepedulian terhadap alam.

Pada tahun 1988 seniman Jose Rizal Manua mendirikan Sanggar Teater Anak Tanah Air di Jakarta. Era 1980 hingga 1990-an munculnya sanggar-sanggar seni independen, termasuk didirikannya Sanggar Teater Anak Tanah Air. Komunitas ini menjadi salah satu pelopor yang memfokuskan pementasan berskala internasional dan menanamkan disiplin seni pada anak-anak. Pada akhir 1990-an, teater anak semakin berkembang dengan munculnya berbagai komunitas seni yang fokus pada pengembangan bakat seni anak-anak. Kelompok teater seperti Sanggar Ananda dan Sanggar Teater Anak Tanah Air menjadi pelopor dalam menggabungkan unsur-unsur teater tradisional dan modern.

Era 2000-an hingga kini: Pada tahun 2005, Jose Rizal Manua bersma Teater Anak Tanah Air mementaskan naskah Kerajaan Burung karya Saini KM di Jakarta. Tahun 2006, Jose Rizal Manua bersama Teater Anak Tanah Air di World Children’s Theatre Festival di Lingen Jerman berhasil mengharumkan nama bangsa karena mendapatkan penghargaan sebagai pemenang.

Kegiatan seni pertunjukan anak semakin semarak melalui inisiatif seperti Festival Nasional Teater Anak-Anak yang pernah diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, menampilkan potensi dari berbagai daerah seperti Sanggar Seni Irianto dari Papua Barat. Sanggar modern seperti Teater Anak Nusantara juga turut hadir pada tahun 2013 untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Teater Anak di Indonesia pun terus tumbuh dan berkembang. Naskah Kerajaan Burung karya Saini KM pada 19 Januari 2018 dipentaskan oleh Berti Galang DF untuk Ujian Tugas Akhir ISI Yogyakarta dan pada 26 Juli 2025 kemudian dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional. Teater Anak Indonesia tumbuh kembang
menjadi wahana ekspresi dan pendidikan karakter amak-anak.

Diskusi Publik Teater Anak pada Kamis, 9 Juli 2026 jam 13.00-15.00 WIB diadakan dalam rangka pentas Teater Lorong Junior Jakarta dengan judul Sang Juara karya dan sutradara Djaelani Manock di Auditorium WS Rendra Jurusan Teater FSP ISI Yogyakarta jam 135.30 – selesai.

Heri Maryanto, Kepala Bidang Adat dan Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul menyampaikan hal pentingnya aktivitas teater anak sehingga lebih terarah. Tidak sebagaimana jaman Mas Heri muda untuk ikut kegiatan teater serasa tidak jelas. Dengan adanya kelompok teater anak akan menjadikan anak-anak lebih jelas dalam beraktivitasnya. Tester sebagai pengalaman yang mengesan ungkap Mas Heri yang pernah jadi anggota Teater Lampu asuhan Mas Wimbadi JP.

Wimbadi JP pun menandaskan bahwa dengan kegiatan teater ana-anak akan lebih memiliki karakter, tanggungjawab pada diri sendiri sehingga ketika dewasa lebih mampu mandiri. . Teater itu penting karena ada nilai spiritual tingkat tinggi: ada latihan tubuh, sukma; kerendahan hati, pentas; aktivitas budaya. Teater penyelamat para manusia yang memilih berteater itu.

Dindon WS, Sutradara Teater – Teater Kubur Jakarta dalam diskusi menyampaikan pengalamannya selama mengkuratorilisasi sebagai Yuri festival teater di Jakarta. Bshwa Teater Lorong Junior memiiki tradisi latihan dan produksi pementasan yang bagus. Kelompok dibawah asuhan Djaelani Manock ini sudah mampu membuktikan eksistensinya berkah daya juang yang sungguh-sungguh dalam mengarahkan anak-anak dan mengelola kelompok dengan tertib dan disiplin sesuai dunia anak-anak. Di Jakarta anak-anak sering berkelahi-mabuk. Aktivitas teater urban di perkotaan Jakarta menjadikan teater sebagai oase.

Djaelani Manock, praktisi teater, penulis naskah dan sutradara Teater Lorong Junior Jakarta mengatakan, Anggota Teater Lorong itu tidak membayar, saya membina teatet. Saya sudah ada kegiatan untuk membiayai dengan melatih di luar dan berbagai yuri kesenian. Selajutnya kegiatan teater jangan menjadikan anak sesuatu. Di Teater Lorong materi utama tentang Ibu baru teman2nya. Dan teater menjadikan anak – manusia baru. Anak-anak enjoy latihan di Sanggar: tari, musik..menyengkan.

Mas Manock menjelaskan Teater Lorong jika ikut festival ada catatan dari Mas Dindon: Teater Lorong pentas ke luar Jakarta pilihan di Yogyakarta karena ada kas dan anak-anak iuran untuk pentas Sang Juara. Pesan dari lakon ini semangatt belajar bukan yang mendapat tropy (juara, pemenang). Kami membiasakan naskah sendiri karena lebih dekat dengan lingkungannya di Galur. Teater Lorong dengan konsep.improvisasi sesuai usia anak-anak: 6-7 tahun; 8-9 tahun; dan 10-11 tahun. Kami ada Pentas 3 bulanan yang hingga kini masih bejalan. Teater Lorong sebagai muara. Pentas Teater Lorong untuk Anak Indonesia.

Pada Diskusi Publik Teater Anak kali ini Mas Rano Sumarno, M.Sn., Ketua Jurusan Teater ISI Yogyakarta mendukung kegiatan dari teater Lorong mengingat banyak variabel yang sedang disulam. Jurusan Teater sangat menyambut komunitas teater untuk bekerjasama. menuju Industri Teater masa kini. Kemudian Mahmud Al Qodrian, Alumni ASDRAFI dan Sekretaris PARFI DIY menyampaikan usulan dalam membangun komunitas teater. Teater sebagai proyek untuk manusia baru jargon Rendra gagah dalam kemiskinan perlu reinterpretasi. Teater Barat sampai kita itu teoritik sedang di Indonesia teater dapat untuk kebangsaan. Semoga Teater Lorong menuju manusia baru. Sedang Dr. Purwanto, M.Sn. menyampaikan perlunya strategi dan siasat bagaimana anak-anak tetap berteater contoh di Teater Lorong Jakarta. Mengingat di perguruan tinggi di Indonesia belum ada matakuliah atau studi Teater Anak ini.

Dari diskusi teater anak didapat pemahaman konsep dan karakteristik Teater Anak, bahwa Teater anak memiliki ciri khas dan tujuan spesifik dalam penerapannya. 1). Media Edukasi: Teater tidak hanya berfokus pada produksi pertunjukan panggung. Lebih dari itu, seni ini digunakan untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui proses bermain peran yang menyenangkan dan tanpa penghakiman. 2). Pendekatan Kreatif : Dalam banyak kegiatan, proses latihan dan eksplorasi gerak serta suara lebih diutamakan daripada hasil akhir pertunjukan. Ini membantu anak-anak melatih kemampuan berbahasa, bersosialisasi, dan berpikir kritis. 3). Bentuk Pertunjukan: Teater ini bisa dipentaskan oleh orang dewasa dengan lakon (cerita) yang ramah anak, ataupun diperankan secara langsung oleh anak-anak itu sendiri.

Kemudian manfaat Teater untuk Anak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga memberikan berbagai manfaat penting bagi perkembangan anak. Beberapa manfaat utama teater untuk anak-anak: a. Pengembangan Emosional dan Empati: Dengan memerankan berbagai karakter, anak belajar memahami berbagai sudut pandang dan perasaan orang lain. b. Stimulasi Imajinasi: Unsur visual seperti kostum berwarna, musik, dan tata panggung bekerja sama untuk menarik minat anak dan memicu kreativitas berpikir mereka. c. Kepercayaan Diri: Latihan vokal, ekspresi wajah, dan gestur tubuh secara langsung akan membekali anak tampil di depan umum. d. Pengembangan Keterampilan Sosial dan Emosional: Dalam proses pementasan teater, anak-anak harus berinteraksi dan bekerja sama dengan teman sebayanya. Ini membantu mereka belajar tentang pentingnya komunikasi, kerja tim, dan empati terhadap orang lain. e. Stimulasi Kreativitas dan Imajinasi: Teater memungkinkan anak-anak untuk berpikir kreatif dan berimajinasi. Mereka harus membayangkan dunia yang berbeda, memainkan peran yang berbeda, dan memecahkan masalah dengan cara yang tidak biasa. Hal ini sangat penting dalam perkembangan kognitif anak. f.Meningkatkan Kepercayaan Diri: Dengan berani tampil di atas panggung, anak-anak dapat mengembangkan rasa percaya diri mereka. Proses latihan yang konsisten membantu anak-anak belajar mengatasi ketakutan berbicara di depan umum dan menjadi lebih nyaman dalam mengekspresikan diri. g.Mengajarkan Nilai-Nilai Moral dan Budaya:Banyak cerita teater anak yang mengandung pesan moral, seperti pentingnya kejujuran, kerja keras, dan persahabatan. Teater juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan anak-anak pada budaya lokal dan tradisi yang mungkin belum mereka ketahui.

Akhirnya ada harapan bahwa Teater Anak di Indonesia terus tumbuh berkembang seiring era globalisasi, mengingat adanya teknologi semakin canggih. Masa kini teater anak tidak hanya dilakukan secara konvensional di panggung, tetapi juga telah merambah ke dunia digital. Salah satu trend yang cukup menonjol adalah semakin banyaknya sekolah-sekolah yang memasukkan teater sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Banyak sekolah di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya yang sudah memiliki kelompok teater anak.

Perhelatan Diskusi Publik Teater Anak serangakaian dengan pertunjukan Sang Juara karya sutradara Djaelani Manock oleh Teater Lorong Jakarta semoga memiliki arti dan kenangan bersama yang Baik, Indah nan Istimewa. *** [Penulis Nur Iswantara]

Ditulis oleh: admin

Lihat Semua Artikel
Dilihat 89 kali
BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan