Tarutung.suaraglobal.news
Bupati Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si, bergerak cepat dalam mengakselerasi pembangunan sarana penunjang bagi masyarakat terdampak bencana. Bupati meninjau langsung kesiapan lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Kantor Desa di Desa Pagaran Lambung 1 yang sumber dananya berasal dari sumbangan Kang Dedi Mulyadi (KDM), Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara.
Pada lokasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara merencanakan pembangunan 22 unit hunian tetap, berserta satu unit Kantor Desa Pagaran Lambung 1 guna mengembalikan fungsi pelayanan publik dan pemukiman warga secara optimal.
Disela-sela peninjauan, Bupati menekankan pentingnya efesiensi waktu dan presisi pengerjaan dilapangan. Pihaknya menginstruksikan seluruh jajaran teknis dan pelaksanaan proyek untuk langsung tancap gas tanpa menunda nunda tahap awal konstruksi.
“Progres pekerjaan harus dipercepat. Hari ini juga penentuan dan pematokan lokasi dibuat, sehingga besok pengerjaan pondasi sudah bisa dimulai, dan lakukan pekerjaan ini secara cepat dan tepat”. Pembangunan harus rampung sepenuhnya tahun ini, tegas Bupati
Tambah Bupati, target penyelesaian akhir tahun tersebut tidak hanya mencakup fisik bangunan rumah semata, melainkan sudah siap huni berserta seluruh fasilitas dasar. Sarana penunjang tersebut mencakup penyambungan jaringan listrik, penyediaan air bersih melalui sumur bor, hingga instalasi pemipaan langsung ketiap tiap rumah warga.
Dalam kunjungan lapangan ini, turut mendampingi Bupati diantaranya Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (PerkimLindup), Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan (PUTRHUB), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Camat Adiankoting dan Kepala Desa, serta sejumlah perwakilan pimpinan perangkat daerah teknis terkait.
Langkah cepat ini menjadi komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam memastikan masyarakat dapat segera menghuni rumah yang aman, layak, dan dilengkapi infrastruktur dasar yang memadai.
(edy)
