L
Memuat...
OLAH RAGA

Refleksi HUT Arema Menjaga Martabat “Salam Satu Jiwa” dalam Koridor Hukum dan Keadilan

Malang,suaraglobal.news Setiap tanggal 11 Agustus, denyut nadi Bumi Arema selalu berdetak lebih kencang. Atribut biru membiru di setiap sudut jalan, memancarkan energi kebanggaan yang luar biasa. Sebagai putra daerah yang lahir dan dibesarkan dalam kultur Arema, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Arema dipandang bukan sekadar seremoni pergantian usia bagi sebuah klub sepak bola. Lebih dari itu, Arema adalah entitas sosiologis, simbol pemersatu, dan identitas kultural yang melekat pada sanubari setiap warganya. Kamis 13/08/2024

“Namun, sebagai seorang praktisi hukum, kami juga meyakini bahwa kecintaan yang besar ini harus selalu berjalan beriringan dengan kedewasaan sikap, kepatuhan hukum, dan penghormatan terhadap hak sesama manusia. Arema yang besar adalah Arema yang taat azas, tertib, dan mampu menjadi teladan moral di tengah masyarakat.” ujar Ach hussairi, S.H, M.H selaku praktisi Hukum

Ruang IklanAdvertisement

*Menolak Lupa, Merawat Keadilan*
Kita tidak boleh menutup mata bahwa perjalanan sejarah Arema, terutama pasca-Tragedi Kanjuruhan beberapa tahun silam, telah menuntut kita semua untuk melakukan refleksi hukum yang mendalam. Momentum hari jadi ini harus dijadikan tonggak pengingat bahwa penegakan keadilan, pemulihan hak-hak korban, dan komitmen terhadap keselamatan manusia di atas lapangan hijau adalah prioritas mutlak yang tidak boleh ditawar oleh kepentingan apa pun.

Keadilan hukum bagi Aremania bukan sekadar tentang menjatuhkan sanksi atau memenangkan perkara di pengadilan. Lebih luas, keadilan adalah bagaimana kita bersama-sama membangun sistem olahraga dan pengamanan yang humanis, transparan, dan akuntabel, sehingga tidak ada lagi air mata yang tumpah atas nama fanatisme sepak bola.

Tantangan Legalitas dan Profesionalisme Klub
Dari kacamata hukum positif, Arema saat ini juga dihadapkan pada tantangan penguatan kelembagaan, hak kekayaan intelektual (HAKI), serta kepatuhan regulasi industri olahraga. Perlindungan terhadap merek, tata kelola manajemen yang profesional, serta penyelesaian berbagai sengketa legalitas harus diselesaikan secara jernih melalui jalur hukum yang berlaku.

Satu hal yang pasti: eksistensi hukum Arema sebagai sebuah korporasi olahraga harus mampu memberikan dampak kesejahteraan sosial dan perlindungan hukum, baik bagi para pemain, pekerja formal di dalamnya, hingga masyarakat Malang secara makro.

Merawat Jiwa Ksatria (Sportivitas) dalam Hukum
Semboyan legendaris kita, “Salam Satu Jiwa”, sesungguhnya mengandung falsafah hukum yang sangat luhur. Satu jiwa berarti adanya kesetaraan, persaudaraan, dan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian. Di dalam ruang persidangan maupun di dalam kehidupan sehari-hari, nilai kesatria (sportivitas) ini setara dengan asas equality before the law—semua orang sama di hadapan hukum.

Saya mengajak seluruh Aremania dan Aremanita untuk terus mengobarkan semangat “Arema Jiwa Ksatria”. Mari kita buktikan kepada Indonesia bahwa suporter Malang adalah suporter yang sadar hukum, anti-anarki, menghormati ketertiban umum, dan mengedepankan dialog humanis dalam menghadapi setiap persoalan.

Selamat Hari Ulang Tahun Arema. Mari kita jaga terus marwah Bumi Arema ini dengan prestasi, kreativitas, dan kepatuhan hukum yang tegak lurus.

Syaiful/Sambo

Ditulis oleh: admin SuaraGlobalNews

Lihat Semua Artikel
Dilihat 164 kali
BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan