Penampilan Teater Repsas – SMAN 16 Medan Kelurahan Terjun,
Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Bantul // suaraglobal.news. Festival Teater Remaja Nusantara – FTRN#5 pada hari Kamis 6 Agustus 2026 bertempat di Auditorium WS Rendra Jurusan Teater (Juste) Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan berlaga 3 Kontingen Teater Remaja: Teater Repsas – SMAN 16 Medan (12.45), Teater SangSendu – SMA 8 Serang (15.55) dan Teater Dahana – SMAN 1 Samarinda (19.50). Dewan Yuri sebagai tim penilai Drs.Suharjoso, Sk., M.Sn., Nanang Arizona, S.Sn., M.Sn. dan Dexara Hachika, S.Sn., M.Sn.
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Teater (Juste) FSP ISI Yogyakarta menggelar FTRN #5 mulai Senin (3/8/2026) sore di Plaza Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta. Ajang kreasi berskala nasional berlangsung selama enam hari hingga Minggu (8/8/2026) dengan menghadirkan 100 peserta dalam 10 kelompok teater dari berbagai daerah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
FTRN telah sukses digelar pada tahun 2013, 2015, 2017, dan 2019 oleh HMJ Teater FSP ISI Yogyakarta. Kegiatan FTRN #5 2026 akan berlangsung selama 6 hari, diikuti 10 kontingen dari seluruh kelompok siswa SMA/SMK Sederajat se-Nusantara yang terpilih dengan sistem kurasi. Setiap kontingen beranggotakan 10 orang yang setiap hari siap beradu kreativitas di atas panggung, jelas Dinda Aprilia Hentari Ketua Pelaksana FTRN#5 2026.
Ketua Pelaksana FTRN #5, Dinda Aprilia, menjelaskan ‘Esensi utama dari festival ini bukanlah sekadar ajang kompetisi, melainkan tempat berkumpul, berdiskusi, dan memperluas relasi antar-seniman, siswa, serta akademisi. Selain itu, poin pembeda FTRN #5 dibanding penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya terletak pada upaya masif pengurangan limbah pertunjukan.’ Lanjut Dinda, ‘Latar belakangnya berangkat dari pengamatan empiris kami di FSP, dimana bahan-bahan setelah pementasan sering dibuang sia-sia, menjadi sampah, dan langsung dibakar,” ungkap Dinda dengan penuh semangat.
Kontingen Teater Remaja: Teater Repsas – SMAN 16 Medan beralamat di Jalan Kapten Rahmad Buddin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, kode pos 20256. Teater Repsas – SMAN 16 Medan menyajikan lakon berjudul Tuhan Tolong Bunuh Emak karya Yessy Natalia. Latar Tempat : Rumah Sederhana Dekat Rel Kereta Api. Sinopsis : Bekti dan keluarganya, yang tinggal di pinggiran rel kereta api, sebelum menerima gaji ke 13 dan bonus, mengalami berbagai masalah. Obat kanker emaknya habis dan harus ditebus, sedangkan emaknya terus menangis karena tidak tahan akan sakitnya.
Minah, istri Bekti mengingatkan bahwa Wiyarti, anak satu satunya yang pintarnya melebihi Bekti dan istrinya, harus mendaftar ulang untuk kuliah kedokteran. Penagih hutang datang menagih hutang. Hutang dari biaya pengobatan emaknya terdahulu. Werdi, sahabat Bekti datang dan memberikan beberapa pandangannya jika dia mengalami seperti yang dialami Bekti. Pandangan itu malah membuat Bekti bingung. Setelah dihitung, gaji ke 13 dan bonus yang diterima Bekti ternyata tetap kurang untuk semua kebutuhan yang diperlukan.
Bekti pusing, dan bingung, dia berdoa agar Tuhan menolongnya, tapi Tuhan seperti tidak mendengar. Bekti akhirnya meminta Minah, istrinya untuk memutuskan bagaimana mengatur uang yang tidak cukup itu. Minah menolak. Emak yang mendengar pembicaraan Bekti dengan Minah akhirnya minta pada Bekti agar dibuat mati saja. Bekti yang bingung akhirnya mengambil obat serangga, meletakkan di samping Emak dan kemudian pergi karena tak sanggup memutuskan apa yang harus dilakukan.
Tim artistik, Sutradara – Rizki Dwi Utama, Dian Shafy Nadhif – Astrada. Pemeran: Fadhil Afriansyah – Bekti, Aprizal Nurrahman – Werdi, Haikal Rahmadani – Jaul, Putri Dwi Lestari – Emak, Marsha Kirana –Minah. Khaira Syafa Alya – Penata Artistik. Pembina Bapak Alwin Prayoga.
Teater SangSendu – SMA 8 Serang, di Jalan Kalodran-Sidapurna, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten, kode pos 42183. Menyajikan pertunjukan berjudul Panen Anak karya Manik Sukadana. Latar Tempat : Area Depan Rumah. Sinopsis : Empat tahun pernikahan tanpa anak berubah menjadi medan perang yang sunyi. MARNA dan ARTHA mencoba bertahan di tengah tekanan RAHAYU (Ibu dari ARTHA) yang semakin hari semakin tak terbendung.

Penampilan Teater SangSendu – SMA 8 Serang, Jalan Kalodran-Sidapurna, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten.
Bagi RAHAYU, cucu adalah jawaban atas rasa malu, kegagalan, dan tekanan sosial yang menghimpitnya. Namun setiap desakan justru membuka luka yang lebih dalam. Hingga pada satu titik, MARNA tidak lagi mampu menahan apa yang selama ini ia sembunyikan. Pengakuannya bukan hanya mengguncang keluarga, tetapi juga memaksa mereka menghadapi kenyataan yang jauh lebih pahit dari sekadar tidak memiliki anak.
Tim artistik: Sutradara- Rimah Melati, Pemeran: Fani Anggraini, Rita Cahyani, Jesyda Aulia, Aloysius yedda Khrezzensa, Ahmad Muhtadin. Make Up – Amelia Agustin, Stage Manager – Nabila Muhayana, Tata Busana – Mujahifa, Artistik – Faiz dan Pimpro – Asmaul Khusna. Pembina Teater Sang Sendu Bapak Alwin Prayoga dan Konsultan Sutradara R.A. Yopi Hendrawan Utoyo.
Teater Dahana – SMAN 1 Samarinda di Jalan Kadrie Oening No. 1 (atau juga dikenal berada di area Jalan Drs. H. Anang Hasyim), Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, kode pos 75124.
menyajikan lakon berjudul Tuhan Tolong Bunuh Emak karya Yessy Natalia. Latar Tempat : Rumah Sederhana Dekat Rel Kereta Api. Sinopsis : Bekti dan keluarganya, yang tinggal di pinggiran rel kereta api, sebelum menerima gaji ke 13 dan bonus, mengalami berbagai masalah. Obat kanker emaknya habis dan harus ditebus, sedangkan emaknya terus menangis karena tidak tahan akan sakitnya.
Minah, istri Bekti mengingatkan bahwa Wiyarti, anak satu satunya yang pintarnya melebihi Bekti dan istrinya, harus mendaftar ulang untuk kuliah kedokteran. Penagih hutang datang menagih hutang. Hutang dari biaya pengobatan emaknya terdahulu. Werdi, sahabat Bekti datang dan memberikan beberapa pandangannya jika dia mengalami seperti yang dialami Bekti. Pandangan itu malah membuat Bekti bingung. Setelah dihitung, gaji ke 13 dan bonus yang diterima Bekti ternyata tetap kurang untuk semua kebutuhan yang diperlukan.

Penampilan Teater Dahana – SMAN 1 Samarinda
Beralamat di Jalan Kadrie Oening No. 1, Kelurahan Air Hitam,
Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Bekti pusing, dan bingung, dia berdoa agar Tuhan menolongnya, tapi Tuhan seperti tidak mendengar. Bekti akhirnya meminta Minah, istrinya untuk memutuskan bagaimana mengatur uang yang tidak cukup itu. Minah menolak. Emak yang mendengar pembicaraan Bekti dengan Minah akhirnya minta pada Bekti agar dibuat mati saja. Bekti yang bingung akhirnya mengambil obat serangga, meletakkan di samping Emak dan kemudian pergi karena tak sanggup memutuskan apa yang harus dilakukan.
Tim Artistik: Sutradara – Anandio Athmar. Aktor : Maghfira Ayu Nurrahmah, Nhabila Noor Febriant, Akhyar Rijaslam, Judika. Penata music – Anandio Athmar & Muhammad Ramadhan Al Baihaqi. Penata lighting — Hamid Kefin. Pimpro – Aura Salsabila Saputri.
Tiga (3) kelompok teater remaja-pelajar yang telah menampilkan karya dengan gagasan dan pendekatan realis ini ada upaya menyuguhkan keberanian dalam berekspresi dan eksplorasi bentuk artistik realisme. Dari dua pertunjukan yang mengangkat isu keluarga dalam masyarakat Indonesia ada gambaran hal keluarga, pendidikan, maslah sosial yang mengelilingi. FTRN#5 mencerminkan keberagaman perspektif anak muda memahami sebagian masalah kehidupan secara realistik.
Menonton pertunjukan tiga kontingen peserta FTRN#5 2026 para remaja dalam keasyikan bermain realis. Teater realis dipilih atas dasar kelekatannya dengan realitas kehidupan, sehingga mampu merepresentasikan berbagai persoalan sosial, budaya, maupun lingkungan secara kontekstual. Pada aras ini kemampuan kreativitas para remaja peserta FTRN#5 ditantang untuk hadir dengan meyakinkan. Panitia menyediakan pilihan naskah lakon baru yang segar dan menantang, dikurasi bersama Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF) demi menjamin kualitas dan kedalaman naskah.
Panitia FTRN kerjabareng dengan Yabbiekayu Eco Living mendorong pemanfaatan kembali material produksi, pengurangan plastik sekali pakai, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Produksi teater kerap menyumbang limbah material artistik — festival ini berkomitmen menguranginya. Penerapan hal ini disuport penuh Yabbiekayu Eco Living, mitra yang konsisten dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan.
Mas Rano Sumarno, M.Sn. Ketua Jurusan Teater FSP ISI Yogyakarta, penuh keyakinan mengungkapkan ‘Setiap penampil terbaik akan mendapatkan prioritas bila mendaftar masuk studi Jurusan Teater jalur SNBP & Mandiri’. Hal ini menjadi hadiah prestasi terindah bagi para remaja Indonesia yang ikut FTRN#5 2026. Hadiah bernilai keilmuaan untuk masa depan bagi generasi muda yang betul-betul memilih jalur studi bidang ilmu teater dengan sungguh-sungguh. Lebih lanjut Mas Rano mengatakan, ‘Ada 10 kontingen lolos seleksi yang mewakili Sumatra, Jawa, Kalimantan, & Sulawesi, menunjukan spirit teater remaja di sekolah begitu tinggi. Mereka datang ke Jogja ada yang pake pesawat, kereta, bahkan ada yang membawa bis sendiri, juga menunjukan suport sekolah kepada kontingen sangat baik. Selamat berfestival para Remaja Indonesia. Kesungguhan para remaja dalam FTRN#5 layak diapresiasi karena penuh daya kreatif dan inovatif.’ *** [Penulis & Fotoeditor: Nur Iswantara & Setya Nuurochim].
