L
Memuat...
SENI & BUDAYA

Sarasehan Budaya Upacara Adat Panggih Gaya Yogyakarta DPC HARPI “MELATI” Kabupaten Bantul

Bantul, suaraglobal.news. Bertempat di Angkringan Gulo Gulo Jowo Jl. Parangtritis Km. 6,5 Ngijo Demangan RT 03 No. 18 Bangunjiwo Sewon Bantul. Diselenggarakan Sarasehan Budaya Upacara Adat Panggih Gaya Yogyakarta: Memaknai Busana, Mengurai Filosofi, Menjawab Tantangan Zaman dengan tema Melestarikan Pakem, Membumikan Makna.

Narasumber sarasehan Prof. Dr. Kasidi Hadiprayitno, M.Hum., Prof. Dr. KRT. Suwarno,M.Pd. dan Ibu Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn. Moderator Mas Udik Supriyanta. Master of Ceremoni sarasehan Mas Angger Sukisno dan Mbak Oki. Sarasehan dimulai dengan sambutan dari tuan rumah Ibu Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn. (Ketua DPC HARPI “MELATI” Kabupaten Bantul), dilanjut sambutan Dr. Drs. Nur Iswantara, M.Hum. anggota DKB mewakili Ketua DKB  Gatot Mujiyono, S.E., M.M. Dan sambutam Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul diwakili Sarjiman,SIP, ME.

Program kerja DPC HARPI “MELAT” Kabupaten Bantul dibuat berdasarkan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang merupakan tujuan dan cita cita organisasi. Program kerja yang dibuat tersebut akan menjadi pedoman di dalam pelaksanaan kegiatan DPC HARPI “MELATI” Kabupaten Bantul di bidang Tata Rias Pengantin dan kegiatan budaya yang terkait.

Berbagai kegiatan yang diikuti dan dilaksanakan oleh DPC Harpi “Melati” Kabupaten Bantul sebagai upaya utama untuk menjaga , melestarikan dan meningkatkan kompetensi semua anggota terhadap tata rias pengantin. Sebagai organisasi sosial juga senantiasa ikut aktif dalam kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Kali ini DPC Harpi “Melati” Kabupaten Bantul mendapat kesempatan menggelar sarasehan budaya atas Fasilitasi Dewan Kebudayaan Kabupten Bantul (DKB) yang biayanya dari Pemerintah Kabupaten Bantul c.q. Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan).

Pada kesempatan sarasehan ini Prof. Dr. Kasidi Hadi Prayitno, M.Hum. (Dosen dan Guru Besar ISI Yogyakarta) menguraikan perihal pakem atau gagrak Yogyakarta. Menurut beliau berdasar teori futuristic bahwa panggih ini memiliki makna doa dan harapan. Panggih, pengantin mau apa (pisang sanggan), nontoni (perkenalan). Disini terdapat sukma purbo/duweni/memiliki. Nah… cinta dari mata turun ke hati. Sukmo wasesa (ada di dalam hati); suksmo luhur (nikmat). Ada peningset, Sok-sokan Tukon. Penyerahan serakah baru ijab qobul. Baru masuk acara Panggih, ada sungkeman, bubak kawak, boyongan, tilik besan.

Selanjutnya narasumber  Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn. menjelaskan Upacara Adat Panggih Gaya Yogyakarta dengan segala kelengkapannya. Beliau memaparkan dari penyerahan pisang sanggaan dari keluarga pengantin putra yang membawa 2 (dua) ibu, sebagai penebus pengantin putri. Kembar Mayang, mengawali upacara Panggih: Tidak Disenggolkan Kembar bayang di bawa 2 (dua) ibu yang sudah manopose dari pengantin putri. Membawa Gantal/Sirih, pengantin putri membawa 3 (tiga) dan pengantin putra membawa 4.(empat).

Lebih lanjut Bu KInting (asma popular Ibu Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn.) memaparkan hal Gantal (Sirih) diawali oleh pengantin putra, kanan dan kiri secara bergantian dan ditutup oleh pengantin putri. Basuh Kaki, diawali dengan nyembah (opsional tergantung derajat pengantin putri) , membasuh kaki 3x (tiga kali), dilap, lalu turun dari ranupada. Lnjut hal Wiji dadi, pemandu adat menempelkan telur ayam kampung ke dahi pengantin putra & putri lalu dipecahkan di ranupada. Akhirnya Menuju pelaminan, iringan menggunakan gending Landrang Gati Padasih. Kedua mempelai bergandengan dengan jari kelingking dengan pengantin putri disebelah kiri.

Pada panggih ini ada Tampa Kaya, memberikan uang kepada Mempelai wanita dengan kain merah. Kaya dari Pengantin putra dititipkan ke ibu pengantin putri. Dahar Klimah, Pengantin putra mengambil 3(tiga) kepal nasi kuning beserta ati ayam, lalu di letakkan di piring dan diberikan pengantin putri untuk dimakan sendiri, diakhiri dengan minum bersama. Dan Sungkeman, Pengantin putri melakukan sungkeman ke orang tua pengantin putri lalu selanjutnya pengantin putra mengikuti dan dilanjutkan ke orang tua pengantin putra. Dalam Sungkeman ini memiliki tata cara sungkeman: 1).Kedua telapak tangan di tangkepkandan meletakkan ibu jari di dagu; 2).Jari-jari tangan di letakkan di bawah lutut orang tua, dengan sedikit terbuka. Demikian paparan narsum Bu Kinting begitu apik dan menarik.

 

Narsum berikutnya Prof. Dr. KRT. Suwarno,M.Pd. (Dosen dan Guru Besar UNY) menjelaskan pengertian Pakem dalam Upacara Adat Panggih Gaya Yogyakarta. Pakem memiliki pemahaman 1). Tidak dapat diubaj; 2). Adapatasi, dan 3). inovasi. Hal ini dapat terjadi demi keberlangsungan pelestarian Adat Panggih Gaya Yogyakarta. Dalam diskusi ini Prof. KRT Suwarno memberikan masukan pentingnya Buku Saku Pakem Adat Panggih Gaya Yogyakarta bagi DPC Harpi Melati Bantul. Hal ini akan memiliki kesamaan dalam pelaksaaan dan lestarinya Upacara Adat Panggih Gaya Yogyakarta.

Hadir dalam sarasehan ini anggota DKB: Dr. Akhir Lusono, S.Sn., M.M., Mujoyono, S.Sn. dan juga Mas Gatot Mujiyono, S.E., M.M., Krtua Dewan Kebudayaan Bantul. Dan yang luar biasa pada sarasehan di Angkringan Gulo Jowo Jl. Parangtritis Km. 6,5 pesertanya mbludag, pendopo penuh sesak. Dan Mas Udik menyimpulkan, bahwa Pakem itu ada yg baku, ada yg bisa diadaptasi dan ada yg bisa diinovasi dengan tetap beradaptasi dengan kearifan lokal. Melalui semangat “Melestarikan Pakem, Membumikan Makna”, kita diajak untuk tidak hanya sekadar menjaga aturan baku (pakem) warisan leluhur, melainkan juga benar-benar mengerti esensi dari ritual tersebut. Ketika seseorang mampu membumikan makna filosofis dari Upacara Panggih, maka ia sejatinya sedang menginternalisasi semangat Sukma Wasesa. Ia melangkah ke gerbang pernikahan dan kehidupan bermasyarakat dengan bekal kematangan jiwa—dari ketiga pemateri barangkali kita sudah sedikit paham, setengah paham atau mungkin sudah paham, menguasai, dan siap menjalankan peran Harpi dengan penuh kesadaran di tengah arus zaman yang terus berubah. *** [Penulis Nur Iswantara]

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.