Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana menemukan Kecurangan Dalam Pelaksanaan Proyek Rumah pompa Sidokare saat melakukan sidak ke lokasi proyek pada Senin, 28/9/2026.
Sidoarjo//suaraglobal.news – Dugaan adanya kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana proyek pembangunan rumah pompa Sidokare kembali di temukan Wakil Bupati Sidoarjo saat melakukan sidak ke lokasi proyek. Untuk kesekian kali Wabup Hj Mimik Idayana, SAP dibuat kesal dan geram dengan kinerja rekanan (kontraktor pelaksana red) yang mengerjakan proyek kontruksi di kabupaten Sidoarjo.
Setelah menemukan indikasi kecurangan dalam pengerjaan proyek Pemkab di beberapa titik seperti pengerjaan Jembatan Bahrul Ulum di Desa Candinegoro Wonoayu senilai Rp 1,4 milar dan rumah pompa dan Bosem di depan Lippo plaza, kali ini Wabup Mimik juga menemukan adanya potensi kecurangan yang dilakukan oleh CV Putra Utama Perkasa selaku kontraktor pelaksana yang mengerjakan perbaikan sistem rumah pompa Sidokare 1 dan 2 senilai Rp 2,9 miliar, Senin (28/9/2026).
Wabup Mimik Idayana semakin geram ketika melakukan sidak bersama Kepala Inspektorat Pemkab Sidoarjo Andjar dan pejabat PU Bina Marga dan SDA justru pihak kontraktor pelaksana tak hadir, dan hanya melihat empat pekerja yang baru didatangkan hari ini, itupun mereka tak bekerja, lantaran tidak tahu apa yang harus digarap.
“Ini kontraktornya gak serius kerja, tolong konsultan pengawasnya CV Guna Manfaat Teknik untuk menegur dan saya juga minta pak Andjar selaku Inspektorat melakukan pengawasan lebih intensif terhadap proyek di Sidokare ini, ” tegas Mimik Idayana.
Dalam sidak kali ini, Wabup Mimik Wabup Mimik juga menemukan banyak penyimpangan seperti material besi yang sesuai spesifikasi dalam perencanaan serta pekerjaan beton rumah pompa yang tidak sesuai ukuran.
“Saya yakin besi ini banci semua ukurannya, belum lagi ada beton jembatan yang tak penuhi spek, jadi saya minta harus dibongkar dan diganti sesuai spek, ” tegas Mimik Idayana kepada konsultan pengawas proyek.
Sementara itu, pihak konsultan pengawas proyek juga mengakui bahwa besi yang didatangkan kontraktor pelaksana tak sesuai spek dan pihaknya sudah meminta agar material besi tersebut diganti.
“Kami begitu tahu kualitas besi langsung kita tolak dan diganti, ” jelas konsultan pengawas kepada Wabup Mimik.
Wabup Mimik Idayana menilai dari fakta kenyataan di lapangan, terlihat adanya niat kurang baik dari kontraktor pelaksana proyek. Mereka berupaya mengurangi standar spesifikasi material dan kontruksi bangunan untuk melakukan kecurangan. Menurut Wabup Mimik, kontraktor pelaksana yang tidak serius mengerjakan proyek yang didanai uang rakyat harus dikasih sanksi tegas yakni blacklist.
“Saya minta kontraktor yang main-main dengan uang rakyat tidak boleh bekerja lagi, masih banyak kok yang berani bekerja serius, tolong pak Andjar kontraktor ini dikasih cap atau kartu merah, ” pinta Wabup Mimik Idayana dengan nada kecewa.
Lebih lanjut Wabup Mimik bahwa menjelaskan bahwa dirinya mendapat laporan adanya 22 proyek kontruksi di Sidoarjo yang dikerjakan asal asalan .
“Ayo Pak Andjar. Ini proyek seperti itu harus diawasi ketat. Tolong ditindaklanjuti. Saya minta untuk inspektorat memanggil semua pengawas sama pemborong untuk menyelesaikan proyek sesuai spek, aturan dan jadwal yang sudah ditentukan, karena proyek yang didanai uang rakyat harus dinikmati manfaatnya yang optimal oleh rakyat juga, jangan sampai malah menyengsarakan rakyat, kita tak mau, ” tegas Wabup Sidoarjo yang juga ketua DPC partai Gerindra tersebut.
Untuk menindaklanjuti hal ini, Wabup Mimik juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pelaksanaan pembangunan proyek infrastruktur yang berlangsung di Kabupaten Sidoarjo sepanjang tahun 2026. Evaluasi itu, kata Mimik Idayana mencakup aspek kualitas pekerjaan hingga ketepatan waktu penyelesaian proyek.
“Semua pembangunan akan kami evaluasi, mulai dari kualitas hingga kesesuaian target pekerjaan. Ini penting, agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ke depan bisa lebih baik dan tepat sasaran,” pungkasnya. (NK)


Komentar