SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PERISTIWA
Beranda / PERISTIWA / Pasca Insiden Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Tanggulangin Dihentikan Operasionalnya

Pasca Insiden Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Tanggulangin Dihentikan Operasionalnya

 Dapur SPPG Kalitengah kecamatan Tanggulangin kabupaten Sidoarjo dihentikan operasionalnya pasca kasus keracunan massal yang menimpa santri ponpes Mamba’ul Hikam

Sidoarjo//suaraglobal.news – Kasus keracunan massal yang menimpa santri Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo terus mendapatkan perhatian dari semua pihak. Dari pihak pesantren juga memberikan klarifikasi resmi mengenai kronologi kejadian sekaligus meluruskan informasi yang beredar di publik.

Salah seorang santri, Hasan menceritakan kronologi awal mula kejadian gejala keracunan yang dirasakan oleh rekan-rekannya. Ia mengatakan bahwa jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) biasanya dikirim sebelum waktu Zuhur (sekitar pukul 11.30 WIB) dan dikonsumsi oleh para santri pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saya sendiri tadi tidak ikut makan, tetapi ada teman-teman yang makan. Gejalanya itu mulai terasa pas habis Asar. Ada teman saya yang bolak-balik ke kamar mandi cukup lama. Pas ditanya, katanya perutnya sakit,” ujar Hasan kepada wartawan.

Gejala mual dan sakit perut yang dialami para santri, mulai meningkat di sore hari. Hasan juga menyebutkan, korban keracunan MBG terdiri dari santri jenjang SMP (kelas 7, 8 dan 9) hingga SMA (kelas 10, 11 dan 12).

Polres Lamongan Respon Cepat Laka Tunggal Truk Trailer Di Jalur Lamongan-Babat

“Karena kondisi semakin parah, para santri langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan dan rumah sakit terdekat. Sekarang ada yang dibawah ke RSUD Sidoarjo, RSU Delta Surya, Siti Hajar, RSU Bhayangkara dan Siti Fatimah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asrama Wustha / Pengasuh Pondok Putra, Ferdiansyah menegaskan makanan yang menyebabkan keracunan massal tersebut murni berasal dari menu makanan dari program MBG dari salah satu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Kalitengah untuk sekolah formal siang, dan bukan dari dapur umum pondok pesantren.

“Kami luruskan kembali, ini murni dari kesalahan penyedia MBG (SPPG) Tanggulangin, bukan makanan dari internal pesantren. Harap ditanda kutip, ini makanan yang dikirim dari MBG,” jelas Ferdiansyah.

Ferdiansyah menjelaskan, gejala mual mulai terdeteksi sekitar pukul 16.00 WIB atau pada jam pelajaran pertama setelah Asar.

“Pada pukul 16.20 WIB, laporan santri yang mengeluhkan sakit perut melonjak drastis di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) masing-masing unit sekolah (MTs dan MA),” tambahnya.”

Korban Penganiayaan di JLU Plosowahyu Lamongan Akhirnya Meninggal Dunia

Sementara itu, pasca terjadinya keracunan yang menimpa ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam Desa Putat Kecamatan Tanggulangin, berimbas pada pemberhentian operasional dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin tersebut.

Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menyatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai menerima laporan kejadian keracunan ini.

“Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional,” ujar Teguh, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan bahwasanya SPPG Kalitengah Tanggulangin ini memasok sekitar 2.800 porsi makanan per hari untuk sekolah dan pesantren, dengan sekitar 1.000 porsi di antaranya untuk santri Ponpes Manbaul Hikam.

“Untuk hari ini 2.800. Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah,” jelasnya.

Polsek Pucuk Evakuasi Pria Diduga ODGJ Di Jalan Rawa Setro

Lebih lanjut, Teguh menyebut sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo dan kepolisian untuk diuji laboratorium.

“Selanjutnya, hasil lab dan lain-lain kita tunggu untuk satu minggu ke depan ya, untuk uji hasil lab,” katanya.

Atas kejadian ini, Teguh juga sudah memastikan bahwa dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin yang menyuplai MBG ke pesantren itu telah di-suspend sementara oleh BGN pusat.

“Sementara ini karena memang sementara di-suspend, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara,” ujarnya.

Mengenai jangka waktu penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin ini, Teguh mengatakan keputusan akhir menunggu hasil evaluasi dan uji sampel laboratorium.

“Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah disuspennya suspend sementara atau suspend permanen,” pungkasnya. (NK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement