SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PERISTIWA
Beranda / PERISTIWA / H. Dudung Badrun, S.H., M.H. Soroti Sejumlah Kejanggalan Kasus Pembunuhan Hj. Kokom Komariah di Kalianyar

H. Dudung Badrun, S.H., M.H. Soroti Sejumlah Kejanggalan Kasus Pembunuhan Hj. Kokom Komariah di Kalianyar

Indramayu//suaraglobal.news — Kasus pembunuhan yang menimpa Hj. Kokom Komariah, warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, kian menimbulkan pertanyaan publik menyusul pernyataan yang disampaikan H. Dudung Badrun, S.H., M.H., suami almarhumah dalam konferensi pers. Ia menegaskan sejumlah titik kejanggalan yang dinilai belum terjawab secara tuntas dari kronologi yang beredar di masyarakat.

Sebagaimana narasi yang semula berkembang di kalangan publik, peristiwa diduga berawal dari urusan pekerjaan penangkal petir, kemudian berujung pembunuhan, perampokan, serta upaya pembakaran jenazah oleh dua tersangka yang telah diamankan. Namun H. Dudung menolak tegas klaim bahwa almarhumah memiliki konflik pribadi dengan tersangka sehingga menjadi akar motif dendam. Menurutnya, kesimpulan demikian merupakan anggapan sepihak yang berpotensi mencemarkan nama baik almarhumah.

“Selama ini istri saya tidak memiliki konflik yang mendalam dengan tersangka. Klaim dendam pribadi yang dijadikan motif utama belum memiliki dasar yang cukup meyakinkan,” tegas H. Dudung dalam pernyataan yang disebarkan kepada media.

Ia juga menyoroti durasi kejadian yang dinilai terlalu lama serta adanya jejak‑jejak peristiwa di beberapa titik di kediaman korban. Hal ini membuat keluarga menduga rangkaian peristiwa tidak sesederhana pembunuhan dan perampokan yang terjadi secara spontan. Lebih lanjut, keluarga mendesak otopsi dilakukan secara transparan guna mengungkap penyebab kematian serta kondisi jenazah almarhumah secara akurat.

Keluarga pun menduga adanya jaringan yang lebih luas yang terlibat dalam kasus ini, bukan hanya dua tersangka yang telah ditangkap. Oleh karena itu, ia meminta kepolisian menelusuri jejak komunikasi, pergerakan, serta keterkaitan aktor‑aktor lain yang diduga berperan dalam rangkaian kejadian tersebut.

Diduga Terserempet Kereta Api Jasat Seorang Perempuan Tergeletak di Rel Kereta Api Plalangan Plosowahyu

Keluarga berharap kasus ini diklasifikasikan dan diusut sebagai pembunuhan berencana, bukan sekadar perampokan yang berujung kematian. Ia juga menolak upaya penyelesaian yang hanya mengandalkan restorative justice tanpa mengedepankan penegakan hukum secara utuh.

“Kami meminta penyelidikan berjalan secara independen, transparan, dan tuntas. Kami ingin seluruh pelaku yang terlibat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum,” ujar H. Dudung.

Sementara itu, Maemunah, tetangga korban, menyatakan almarhumah dikenal sebagai sosok yang berperilaku baik di lingkungan sekitar dan tidak diketahui memiliki musuh dengan siapa pun.

Karena itu, keluarga memohon perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto serta Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto agar kasus ini ditangani secara serius dan diusut hingga tuntas.

Polres Indramayu masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi utuh, motif sesungguhnya, serta siapa saja aktor yang terlibat dalam kasus ini, Publik menunggu Kepastian yang sebenarnya terkait peryaataan dari pihak keluarga korban.

Dua Kebakaran Terjadi Di Babat Dan Modo Polres Lamongan Mengimbau Warga Waspada

(DS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement