Penampilan Teater Ananta – SMK Ma’arif Terpadu
Cicalengka Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Bantul // Suaraglobal.news. Festival Teater Remaja Nusantara – FTRN#5 pada hari Rabu 5 Agustus 2026 bertempat di Auditorium WS Rendra Jurusan Teater Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan berlaga 2 Kontingen Teater Remaja: Teater Ananta – SMK Ma’arif Terpadu Cicalengka (14.00) dan Teater Wijaya Kusuma – SMA 1 Ngluwar. Dewan Yuri yang akan menilai Drs.Suharjoso, Sk., M.Sn., Nanang Arizona, S.Sn., M.Sn. dan Dexara Hachika, S.Sn., M.Sn.
FTRN telah sukses digelar pada tahun 2013, 2015, 2017, dan 2019 oleh HMJ Teater FSP ISI Yogyakarta. Kegiatan FTRN #5 2026 akan berlangsung selama 6 hari, diikuti 10 kontingen dari seluruh kelompok siswa SMA/SMK Sederajat se-Nusantara yang terpilih dengan sistem kurasi. Setiap kontingen beranggotakan 10 orang yang setiap hari siap beradu kreativitas di atas panggung, jelas Dinda Aprilia Hentari Ketua Pelaksana FTRN#5 2026.
Kontingen Teater Remaja: Teater Ananta – SMK Ma’arif Terpadu Cicalengka beralamat Jl. Rd. Dewi Sartika No. 119, Cicalengka Kulon, Kec. Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Teater Ananta – SMK Ma’arif Terpadu Cicalengka menyajikan lakon berjudul Tuhan Tolong Bunuh Emak karya Yessy Natalia. Latar Tempat : Rumah Sederhana Dekat Rel Kereta Api. Sinopsis : Bekti dan keluarganya, yang tinggal di pinggiran rel kereta api, sebelum menerima gaji ke 13 dan bonus, mengalami berbagai masalah. Obat kanker emaknya habis dan harus ditebus, sedangkan emaknya terus menangis karena tidak tahan akan sakitnya.
Minah, istri Bekti mengingatkan bahwa Wiyarti, anak satu satunya yang pintarnya melebihi Bekti dan istrinya, harus mendaftar ulang untuk kuliah kedokteran. Penagih hutang datang menagih hutang. Hutang dari biaya pengobatan emaknya terdahulu. Werdi, sahabat Bekti datang dan memberikan beberapa pandangannya jika dia mengalami seperti yang dialami Bekti. Pandangan itu malah membuat Bekti bingung. Setelah dihitung, gaji ke 13 dan bonus yang diterima Bekti ternyata tetap kurang untuk semua kebutuhan yang diperlukan. Bekti pusing, dan bingung, dia berdoa agar Tuhan menolongnya, tapi Tuhan seperti tidak mendengar. Bekti akhirnya meminta Minah, istrinya untuk memutuskan bagaimana mengatur uang yang tidak cukup itu. Minah menolak. Emak yang mendengar pembicaraan Bekti dengan Minah akhirnya minta pada Bekti agar dibuat mati saja. Bekti yang bingung akhirnya mengambil obat serangga, meletakkan di samping Emak dan kemudian pergi karena tak sanggup memutuskan apa yang harus dilakukan.
Pembina Tatang Syahban Hidayat. Pemeran: Ilham Wal Alam – Bekti; Dwi Andini – Minah; Radiaytul Husna – Emak; Muhammad Taufik Hifayah – Jaul; Vitra Apriansyah Hidayat – Werdi; Hiwa Reynita – Musik; Windi Dwi Mulyani – Make Up dan Marwa Nabita Wafa – Kostum.

Penampilan Teater Wijaya Kusuma – SMAN 1 Ngluwar
Plosogede, Kecamatan Nguwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Teater Wijaya Kusuma – SMAN 1 Ngluwar beralamat di Jl. Trayem No. 16, Dusun 3 Plosogede, Kecamatan Nguwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Menyajikan pertunjukan berjudul Makan Malam karya Aziz Azthar. Latar Tempat : Ruang Makan. Sinopsis : Untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-80, seorang ibu mengadakan makan malam bersama keempat anaknya. Makan malam itu menjadi tegang karena masing-masing menumpahkan masalah dalam hidup mereka, ditambah lagi dengan masalah kenangan terhadap meja makan tua di mana mereka mengadakan perjamuan. Di penghujung malam, satu rahasia seakan menunggu untuk terungkap.
Pembina Arif Triadi Utomo. Sutradara dan Pemeran Gadis -Karimatul Fitriani; Ivana Hanifatuzzahra – Nora; Arfa Maulana – Pimpro dan Musik; Muhammad Rizqi Amrulah – Aristik dan Bendahara.
Setidaknya 2 kelompok teater remaja-pelajar yang telah menampilkan karya dengan gagasan dan pendekatan realis ini ada upaya menyuguhkan keberanian dalam berekspresi dan eksplorasi bentuk artistik realisme. Dari dua pertunjukan yang mengangkat isu keluarga dalam masyarakat Indonesia ada gambaran hal keluarga, pendidikan, maslah social yang mengelilingi. FTRN#5 mencerminkan keberagaman perspektif anak muda memahami sebagian masalah kehidupan secara realistik.

Drs.Suharjoso, Sk., M.Sn., di kursi Dewan Yuri FTRN#5 – 2026.
Rano Sumarno, M.Sn. Ketua Jurusan Teater FSP ISI Yogyakarta, penuh keyakinan mengungkapkan ‘Setiap penampil terbaik akan mendapatkan prioritas bila mendaftar masuk studi Jurusan Teater jalur SNBP & Mandiri’. Hal ini menjadi hadiah prestasi terindah bagi para remaja Indonesia yang ikut FTRN#5 2026. Hadiah bernilai keilmuaan untuk masa depan bagi generasi muda yang betul-betul memilih jalur studi bidang ilmu teater dengan sungguh-sungguh. Ada 10 kontingen lolos seleksi yang mewakili Sumatra, Jawa, Kalimantan, & Sulawesi, menunjukan tingginya spirit teater remaja di lingkungan sekolah. Mereka datang ke jogja ada yang pake pesawat, kereta, bahkan ada yang membawa bis sendiri, juga menunjukan suport sekolah kepada kontingen sangat baik. Selamat berfestival para Remaja Indonesia.
Menikmati pertunjukan dua kontingen peserta FTRN#5 2026 sangat terasa disajikan naskah segar dalam pendekatan realis. Teater realis dipilih atas dasar kelekatannya dengan realitas kehidupan, sehingga mampu merepresentasikan berbagai persoalan sosial, budaya, maupun lingkungan secara kontekstual. Pada aras ini kemampuan kreativitas para remaja peserta FTRN#5 ditantang untuk hadir dengan meyakinkan. Panitia menyediakan pilihan naskah lakon baru yang segar dan menantang, dikurasi bersama Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF) demi menjamin kualitas dan kedalaman naskah.
Betapa pentingnya memahami sifat manusia dan makna ungkapan kreativitas dalam konteks yang beragam, akan tetapi cukup mengherankan betapa sedikitnya porsi yang dicurahkan untuk membahas kreativitas sebagai topik dalam kehidupan ini. FTRN#5 setidaknya mengajak para remaja terus kreatif. Penting untuk diketahui bahwa konsep tentang kreativitas me-miliki sejarahnya sendiri, membentuk alur intelektual yang selama dua abad terbebas dari institusionalisasi dan konseptualisasi riset. Pada awalnya, dan pada sebagian besar sejarah perkembangannya, riset dan kreativitas tidak dipandang sebagai saling terkait; oleh karenanya jika akan ada riset tentang kreativitas, maka keber-samaan antara kreativitas dan riset harus banyak mengalami transformasi intelektual dan perluasan tentang bagaimana riset ilmiah didefinisikan dan bisa diterapkan. Dibutuhkan waktu 150 tahun lagi setelah riset dipahami dan dijalankan sebelum konsep tentang kreativitas dihiasi dengan perdebatan menyangkut arti dan pemisahan gagasan seperti imajinasi, orisinalitas, kejeniusan, bakat, kebebasan, dan individualitas (Kaufman, 1926; Singer, 1981-1982; Engell, 1981; Gruber, 1996; Nur Iswantara, 2017).
Panitia FTRN kerjabareng dengan Yabbiekayu Eco Living mendorong pemanfaatan kembali material produksi, pengurangan plastik sekali pakai, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Produksi teater kerap menyumbang limbah material artistik — festival ini berkomitmen menguranginya. Penerapan hal ini disuport penuh Yabbiekayu Eco Living, mitra yang konsisten dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan. Kesungguhan konseptual FTRN#5 patut diapresiasi dengan kritis, kreatif dan inovatif. *** [Penulis & Fotoeditor: Nur Iswantara & Setya Nurochim].


Komentar