Banyuwangi//suaraglobal.news – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, hingga pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Bali dalam beberapa hari ke depan. Senin (27/7/2026).
Himbauan ini disampaikan langsung oleh Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menyusul kondisi angin musim timur yang saat ini memasuki puncaknya dan berpotensi memicu gelombang tinggi serta angin kencang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), situasi perairan Selat Bali, khususnya bagian selatan, diperkirakan mengalami peningkatan signifikan dalam tiga hari ke depan.
Adapun rincian kondisi cuaca tersebut meliputi:
1. Tinggi Gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, yang berisiko tinggi terhadap aktivitas pelayaran, khususnya kapal ferry.
2. Kecepatan Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kisaran 4–25 knot, disertai hembusan sesaat (gust) yang lebih kencang.
3. Aktivitas Penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk sempat mengalami penyesuaian berupa buka-tutup operasional sebagai langkah antisipasi keselamatan, bahkan dilaporkan sejumlah kapal mengalami guncangan akibat gelombang tinggi.
Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H. menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi kondisi cuaca yang dinamis dan cenderung ekstrem.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan, pelaku transportasi laut, wisatawan, serta pengelola jasa wisata perairan agar selalu mengutamakan keselamatan. Cuaca saat ini tidak menentu dan bisa berubah sewaktu-waktu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan aktivitas di laut, di antaranya:
1. Selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan.
2. Tidak memaksakan muatan kapal melebihi kapasitas.
3. Menyediakan dan menggunakan life jacket bagi seluruh penumpang.
4. Rutin memantau informasi cuaca terkini melalui BMKG.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi melalui kanal BMKG maupun otoritas terkait, guna menghindari risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.
Dengan meningkatnya intensitas angin musim timur, kewaspadaan menjadi kunci utama demi menjaga keselamatan jiwa dan aktivitas di wilayah perairan.(Mohamad)
