L
Memuat...
UMUM

Drama Musikal Negeri Dalam Senandung Rinai Workshop Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY dan Nayaka Bhoomi

Yogyakarta. Suaraglobal.news – Bertempat di Auditorium Lantai 2 Grha Budaya Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta, MInggu, 26 Juli 2026 Jam 19.00 – 21.00 WIB di pentaskan Drama Musikal Negeri Dalam Senandung Rinai dengan sutradara Aswarun.

Kegiatan ini hasil kerja kolaboratif Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Komunitas Nayaka Bhoomi.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Drs. Iman Pratanadi, M.T., dalam undangan Opening Ceremony Workshop Teater Anak dan Seni Pertunjukan Drama Musikal Negeri Dalam Senandung Rinai mengemukakan Pemerintah Daerah Daerah DIY c.q. Dinas Pariwisata DIY berkolaborasi dengan Komunitas Nayaka Bhoomi sehari penuh di Kompleks Grha Budaya Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta menyelenggarakan Program Pengembangan Sumber Daya Manausia Ekonomi Kreatif Kreatif dengan mengadakan kegiatan : 1. Workshop Proses Kreasi dan Produksi Teater Anak: “Panggung Gembira, Proses Bahagia: Mencipta Teater Tanpa Tekanan”; 2. Workshop Distribusi dan Konsumsi Teater Anak: Karya Abadi, Industri Mandiri; 3.Workshop/Talkshow Konservasi Ekonomi Kreatif Teater Anak: Konservasi Ekonomi Kreatif Teater Anak.
Komunitas Nayaka Bhoomi organizer seni pertunjukan yang dipimpin Mbak Esty Purwanti Ismadi menyajikan program workshop dan pertunjukan dengan apik. Mbak Esty total mengelola biaya keproduksian dan Mas Aswarun bertanggungjawab bidang artistik pertunjukan, mulai dari cerita, pelatihan pemain, dan sutradara. Duo persona yang bersinergit mewujudkan sebuah produksi seni pertunjukan yang melibatkan anak-anak potensial berbakat-minat seni peran, menyanyi dan artistik dengan meyakinkan.

Mbak Esty Purwanti Ismadi mengungkapkan sebelum Workshop ada yang tampil, namanya Chacha (Arsha Shara Maharani) siswi SMP Muhammadiyah 2 dan Giannes Bonifasius Silalahi siswa SD Budya Wacana, serta Phinastika Intan dari SD Negeri Pendulan, MCnya Ariesta. Sedangkan dalam acara Pementasan itu pengiringnya Syifa Ardianti Ishaputri yang juga menyanyikan lagu “Lebih dekat” dengan penuh penghayatan dibantu Rachel Zefanya Mahasiwa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Seusai workshop Teater Anak yang diikuti para siswa dengan dipandu Mas Aswarun dilanjutkan Talkshow bersama Dr. Drs. Nur Iswantara, M.Hum., Akademisi, Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta. Nur Iswantara memaparkan topik “Teater Anak Indonesia Wahana Wisata Yang Menyenangkan.” Teater anak adalah bentuk seni pertunjukan drama yang secara khusus dimainkan oleh atau ditujukan untuk anak-anak. Konsep ini berfungsi ganda sebagai media ekspresi kreatif dan pendidikan karakter, yang dirancang untuk merangsang imajinasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan empati pada anak-anak.
Konsep dan Karakteristik Teater Anak. Teater anak memiliki ciri khas dan tujuan spesifik dalam penerapannya: 1). Media Edukasi: Teater tidak hanya berfokus pada produksi pertunjukan panggung namun mendukung tumbuh kembang anak melalui proses bermain peran yang menyenangkan dan tanpa penghakiman. 2). Pendekatan Kreatif : Proses latihan, eksplorasi gerak dan suara lebih diutamakan daripada hasil akhir pertunjukan. Anak-anak melatih kemampuan berbahasa, bersosialisasi, dan berpikir kritis. 3). Bentuk Pertunjukan: Teater ini dapat dipentaskan, diperankan secara langsung oleh anak-anak itu sendiri dana tau .orang dewasa dengan lakon (cerita) yang ramah anak dana tau dunia anak.
Pada talkshow ini ada tanggapan dari Mas Mahmud Alqadri, Sekretaris Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) DIY, kiraanya teater anak termasuk untuk wahana wisata perlu dukungan promosi yang memadai. JIka selama ini promosi masih sekedar poster terbatas perlu dikembangkan dengan narasi yang lebih menarik dan bermakna. Artinya promosi menjadi penting dan daya tarik tersendiri bagi tumbuh-kembang teater anak dalam seni wisata.

Iwan Pramana, S.P., M.Ec.Dev., MIDS., Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY dalam sambutannya mengemukakan: Dinas Pariwisata DIY mendorong penyediaan ruang kreatif yang aman, menyenangkan, edukatif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Teater Anak dan Seni Pertunjukan Drama Musikal “Negeri dalam Senandung Rinai”. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 tersebut menghadirkan workshop, gelar wicara, pameran produk kreatif, serta pertunjukan drama musikal anak. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang pembelajaran, apresiasi, ekspresi, dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, sekolah, sanggar, seniman, komunitas, keluarga, serta pelaku ekonomi kreatif.

Adegan Drama Musikal Negeri Dalam Senandung Rinai,
Anak-anak acting meyakinkan dan apik-menarik ditonton. Page 2.

 

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, S.P., M.Ec., MIDS, menyampaikan bahwa “Peringatan Hari Anak Nasional tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak.Panggung seni dapat menjadi ruang bagi anak untuk belajar menyampaikan gagasan, mengenali emosi, mendengarkan orang lain, bekerja sama, berdisiplin, menghargai proses, serta membangun rasa percaya diri.”
Teater tidak hanya mengajarkan anak menghafal dialog atau memainkan peran. Melalui teater, anak-anak juga belajar memahami kehidupan dari sudut pandang yang berbeda, menumbuhkan empati, mengembangkan keberanian, serta menghadapi persoalan melalui kebersamaan dan kerja sama. Menciptakan Proses Kreatif yang Ramah Anak. Workshop Teater Anak tahun ini mengangkat tema “Panggung Gembira, Proses Bahagia: Mencipta Teater Tanpa Tekanan.” Tema tersebut menegaskan pentingnya menghadirkan proses kreatif yang menghargai karakter, kebutuhan, kemampuan, dan keunikan setiap anak.

Iwan Pramana, S.P., M.Ec.Dev., MIDS.,
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY Memberikan Sambutan. page 3.

Seni Pertunjukan sebagai Bagian dari Ekosistem Ekonomi Kreatif. Selain berfungsi sebagai media pendidikan dan pelestarian budaya, seni pertunjukan juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Sebuah pertunjukan melibatkan beragam profesi dan keahlian, mulai dari penulis naskah, sutradara, aktor, penata musik, penata tari, penata artistik, perancang kostum, penata cahaya, pengelola produksi, hingga promotor dan pengelola pertunjukan. Melalui workshop bertema “Karya Abadi, Industri Mandiri,” para peserta diajak memahami bahwa sebuah karya seni tidak hanya perlu diciptakan dan diproduksi, tetapi juga membutuhkan strategi distribusi, apresiasi masyarakat, pengembangan pasar, perlindungan kekayaan intelektual, serta pengelolaan yang berkelanjutan. Seni pertunjukan bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif, disana terdapat peluang penciptaan lapangan kerja, pengembangan kekayaan intelektual, perluasan pasar, serta peningkatan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Memperkuat Daya Tarik Pariwisata Yogyakarta. Dari perspektif pariwisata, seni pertunjukan memiliki posisi yang strategis. Wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman, cerita, interaksi, dan kesan yang dapat dikenang. Pertunjukan seni yang berkualitas dapat memperkaya pengalaman wisata, memperkuat identitas destinasi, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta membuka peluang pemasaran bagi berbagai produk ekonomi kreatif.
“Pengembangan pariwisata, seni pertunjukan, pendidikan anak, dan ekonomi kreatif perlu dilaksanakan secara terpadu. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, sekolah, sanggar, komunitas, seniman, dunia usaha, media, dan keluarga menjadi prasyarat penting dalam membangun ekosistem seni pertunjukan yang berkelanjutan. Yogyakarta mempunyai kekuatan besar pada warisan budaya, kreativitas masyarakat, serta kehidupan komunitas seninya. Kekuatan tersebut harus terus dihubungkan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif agar menghasilkan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi yang lebih luas,” ungkap Iwan Pramana.

Anak-anak action penuh semangat dan kerja kolektif
Dalam Drama Musikal Negeri Dalam Senandung Rinai. page 4.

Drama Musikal “Negeri dalam Senandung Rinai”. Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan pementasan drama musikal anak bertajuk “Negeri dalam Senandung Rinai.” Pertunjukan ini menjadi perayaan atas imajinasi, keberanian, kerja keras, dan kolaborasi anak-anak bersama para pendamping serta seluruh tim produksi. Drama musikal tersebut mengisahkan Ramyaloka, sebuah negeri yang semula subur dan makmur, tetapi berubah menjadi kering dan tandus akibat ketamakan rajanya. Di tengah malapetaka yang terjadi, putri raja menunjukkan keberanian dan kesediaan untuk berkorban demi menyelamatkan negeri dan rakyatnya. Cerita tersebut membawa pesan mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, keberanian, pengorbanan, serta pentingnya menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Pak Iwan Pramana diakhir sambutan mengatakan,”Dinas Pariwisata DIY berharap seluruh rangkaian kegiatan tidak berakhir ketika lampu panggung dipadamkan. Pengetahuan, pengalaman, jejaring, dan semangat kreatif yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan kembali di sekolah, sanggar, komunitas, dan lingkungan masing-masing. “Kita perlu bersama-sama menjadikan Yogyakarta sebagai ruang yang ramah bagi kreativitas anak, rumah bagi para seniman, serta pusat pertumbuhan seni pertunjukan, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.”

Peserta Workshop, Talkshow Teater Anak dan penonton
Drama Musikal Negeri Dalam Senandung Rinai. page 5.

Menurut Nur Iswantara, Wahana Wisata yang menyenangkan di DIY antara lain: wahana wisata seperti di Gembira Loka Zoo, Ibarbo Park, dan Kids Fun Parcs. Tempat-tempat ini menawarkan beragam permainan, interaksi hewan, dan fasilitas rekreasi keluarga yang lengkap. Gembira Loka Zoo: Kebun binatang luas di Kota Yogyakarta dengan koleksi satwa lengkap, atraksi interaktif, dan wahana kapal air. Ibarbo Park: Taman bermain besar di Kabupaten Sleman yang memiliki puluhan wahana seru, aviary raksasa, area kuliner, serta pusat oleh-oleh. Kids Fun Parcs: Taman hiburan di Piyungan, Bantul, yang menyediakan permainan anak dan keluarga mulai dari komidi putar, bumper car, hingga flying fox. Nah kiranya perlu menyusul Teater Anak seperti Drama Musikal Negeri Dalam Senandung Rinai yang digagas, dirintis dan dipentaskan oleh Komunitas Nayaka Bhomii menjadi alternatif atraksi seni dalam wahana seni wisata keluarga di DIY. *** [Penulis: Nur Iswantara].

Ditulis oleh: admin

Lihat Semua Artikel
Dilihat 119 kali
BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan