L
Memuat...
SENI & BUDAYA

Launching Komunitas SEKULI Mengenang Penyair Enes Pribadi di Galeri ARDI

Kulon Progo. Suaraglobal.news Bertempat di Galeri ARDI Padukuhan Bantengan Lor RT 019 Brosot, Galur Kulon Progo (KP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 19.30 hingga selesai. Acara Launching Komunitas SEKULI (Seni Kulon Kali) – yang berada di barat Sungai Progo Kabupaten Kulon Progo edisi pertama ini mengadakan kegiatan dengan menggelar dua (2) peristiwa penting bin besar. Yakni menghidupkan kembali Galery ARDI agar lebih exis dan mengenang Penyair Kulon Progo Drs. Enes Pribadi yang telah berpulang ke Rahmatullah.

Komunitas SEKULI diketuai Rodi Martono merupakan sebuah wadah berapresiasi seni dan budaya. Dalam upaya pengembangan nilai seni dan budaya, Sekuli hadir dan terlahir dari beberapa tokoh seni dan sastrawan yang berada di Kulon Progo. Komunitas ini berkantor di rumah seorang pelukis Kulon Progo Mas Hardi di Bantengan Lor Rt 019 Brosot Galur Kulon Progo.
Kehadiran SEKULI sebagai wadah apresiasi seni budaya, menghadirkan peristiwa seni budaya khususnya di wilayah pinggiran kulon kali -barat sungai- Progo bagian selatan. Arus modernisasi dunia berkembang pesat menjadi sebuah tantangan bagi seniman budayawan. SEKULI turut andil di kancah digitalisasi seni budaya dalam konteks pendokumentasian.

Sambutan Bapak Pratomo Isparmanto dan Bapak Ali Usman, S.S, page 2

Pengaktualisasian realita peristiwa seni budaya harus dapat terbaca kalayak luas sebagai wadah nyata dalam pengelolaan yang mengarah pada proses pengembangan wisata berbasis budaya.
SEKULI dengan semangat pengabdian berusaha berkontribusi sebagai embrio untuk dapat membantu menumbuhkembangkan seni budaya pada umumnya dan pengembangan potensi lokal wilayah kalurahan Brosot yang sudah menyandang sebagai kalurahan budaya. Menggali potensi yang ada adalah tanggungjawab bersama. Tekad semangat inilah yang mendorong SEKULI lahir. Mengemban tanggungjawab sebagai komunitas yang humanis, ramah, bersahabat menggandeng khalayak untuk menumbuhkan motivasi, menggali, melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya.

Acara Launching. Launching Komunitas SEKULI yang bertempat di Galeri Ardi merupakan rumah seniman Lukis Hardi. Pemilik Galeri ARDI bapak Hardi dalam sambutannya mengatakan “SEKULI merupakan komunitas yang berdiri untuk memajukan nilai-nilai seni budaya. Dan ini menjadi embrio melangkah mengembangkan seni dan budaya. Saya ucapkan selamat datang dan mohon maaf dalam penyambutan kehadiran kurang berkenan. Terimakasih juga pengurus telah memilih tempat ini sebagai tempat dilaksanakannya launching dan sekretariatan”

Talkshow: Krisna Miharja, Danu Priyo Prabowo dan Rodi Martono. page 3

Sambutan Bapak Pratomo Isparmanto dan Bapak Ali Usman, S.S,
Pemerintah Kalurahan Brosot diwakili danarto Bapak Pratomo Isparmanto mengatakan “Bahwa kalurahan Brosot ini mempunyai banyak potensi seni dan budaya dan mestinya dapat dikembangkan. Dengan hadirnya komunitas SEKULI ini semoga kedepan dapat selalu bersinergi memajukan seni dan budaya yang ada. Apalagi ketua SEKULI Mas Rodi Martono juga Pendamping Budaya dinas Kebudayaan DIY yang di tugaskan di Kalurahan Brosot”.

Ali Usman, S.S. Pamong Budaya/PPTK mewakili dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY mengatakan “SEKULI merupakan komunitas baru yang mempunyai tantangan menggali, melestarikan dan mengembangkan seni budaya. Dengan harapan menggali wisata berbasis budaya dapat terwuujud. Apalagi wilayah Kalurahan Brosot berada di deretan pesisir pantai selatan yang saat ini sedang digarap oleh pemerintah DIY sebagai wilayah wisata budaya. Mudahan SEKULI dapat memberikan kontribusi terhadap kalurahan dan pemerintah dalam upaya pengembangannya.”
Galery “ARDI”. Galery ini merupakan galery lukis milik Hardi yang menganut aliran lukis Surealis. Hardi seorang pensiunan guru SMA negeri 8 Yogyakarta. Keseharian yang sederhana menunjukkan kebiasaan gaya hidup seniman lukis yang mumpuni. Disamping melukis Hardi juga memiliki sebuah kebiasaan usaha yaitu menjalankan Bendi (Andhong) wisata yang beroperasional di wilayah tepian Pantai Trisik Banaran, Galur, Kulon Progo.

Talkshow: Krisna Miharja, Danu Priyo Prabowo dan Rodi Martono
Pak Hardi memiliki karakter yang sangat supel dalam pergaulan bersama masyarakat. Hasil lukisan surealis yang begitu banyak, merupakan karya luar biasa untuk terus terekspose agar tidak tenggelam bersama waktu. Berkat kerja keras bersama SEKULI acara gelar Galery dapat hidup kembali dalam Launching komunitas SEKULI. Beberapa event pameran Hardi ikuti sehingga existensi Hardi sebagai seniman lukis semakin eksis. Karya lukisannya telah banyak, seperti berjudul Kepingin numpak gajah (2016), buah rindu (2013), Senja di waktu pagi (2014), selendang biru salju (2010) dan masih banyak lagi karya lukisannya.

Rodi Martono, Pak Hardi dan Tamu Undangan. page 4

Galery ARDI ini sebenarnya berdiri sejak tahun 1990 an. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan pasang surut baru tanggal 11 Juli 2026 tergerak kembali bangkit bersama Launching SEKULI. “Sebagai harapan bahwa Galery ini nantinya akan tumbuh berkembang di wilayah pinggiran kali Progo bersama Komunitas SEKULI.” ungkap Rodi Martono selaku ketua SEKULI. Selain Galery berdiri Cafe yang beroperasional di setiap malam minggu.

Talkshow mengenang Drs. Enes Pribadi. Kenangan bersama Enes Pribadi merupakan sosok penyair yang suka berceloteh dan supel dalam pergaulan bersama masyarakat, sastrawan, seniman dan birokrasi. Untuk itu Komunitas SEKULI mengenang beliau. Enes Pribadi hadir sebagai penyair Kulon Progo dengan khas tampilan rambut gondrong, melahirkan karya-karyanya yang menasional dan prestasi yang luar biasa.

Enes pensiunan guru di SMA Negeri 1 Wates, Kulon Progo. Sewaktu hidupnya banyak karyanya berupa antologi puisi yang telah dibuatnya baik bersama penyair lainnya maupun secara individu. Enes memiliki karakter positif saling menghargai, menghormati sesama penyair dan karya orang lain. Kepergiannya yang mendadak sangat mengagetkan keluarga dan banyak sahabat. Kebiasaan malam-malam masih selalu komunikasi dengan para sahabatnya. Paginya mendengar berita bahwa Enes Pribadi berpulang ke Rahmatullah pada 11 Desember 2025 kurang lebih pukul 08.30 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam. “Malam itu masih WA nan dengan saya. Paginya mendengar berita meninggalkan kita, ya antara percaya dan tidak”. kata Rodi Martono.

Rodi Martono, Pak Hardi dan Tamu Undangan
Kebersamaan dan kepedulian inilah Komunitas SEKULI menggelar Talkshow mengenang Enes Pribadi. Nara Sumber – sahabat-sahabat Enes: Danu Priyo Prabowo dan Krishna Miharja. Dalam talkshow tersebut Krishna Miharja menyampaikan kenangan masa lalunya bersamanya. “Saya bersama Enes itu sejak masih kuliah, kemudian mengenal karya-karyanya dan kehidupannya. Namun sejak diangkat menjadi PNS tidak lagi berhubungan dengannya. Dan setelah sama-sama pensiun baru bersama lagi” ungkap Krishna Miharja. Cukup banyak kenangan bersamanya. “dan karya-karya puisi Enes itu puisi gelaplah dan sangat lembut halus sekali” tambah Krishna dalam Talkshow.
Sementara Danu Priyo Prabowo mengatakan “Karya-karya Pak Enes, saya menyebutnya selalu Pak Enes, bahwa karyanya itu apa ya menjadi lebih tidak hanya bermakna tapi lebih dari bermakna. Penyair itu harus bisa menjadi penerjemah zaman. Seniman harus kritis pada realita”. Talkshow dimoderatori Rodi Martono menjadi hidup untuk mengulas kenangan bersama penyair Enes Pribadi. Danu Priyo Prabowo dalam mengenang Enes Pribadi membacakan tiga buah Geguritan karya Enes Pribadi. Menurut Danu, ketiga geguritan tersebut memiliki simbol petuah yang sangat dalam maknanya. “Hadirin harus tahu bahwa almarhum Enes Pribadi tidak hanya mahir berkarya puisi saja, tetapi juga hebat menulis geguritan.” Tambahnya.

Membaca Puisi: Marjudin Suaeb dan Syamsu Setiaji
Acara launching komunitas SEKULI ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari para hadirin yang memenuhi galery ARDI. Dengan keswadayaan SEKULI mampu menggelar Lanching, menghidupkan Galery dan mengenang penyair Enes Pribadi. Modal keberanian dan tekad menjadi modal melangkah SEKULI hadir di tengah masyarakat sebagai wadah dan fasilitator ataupun penjembatan untuk berkarya lebih maju lagi. Menghidupkan Wisata Budaya merupakan landasan pemikiran berdirinya komunitas SEKULI.
Launching ini ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol budaya yang lazim dilaksanakan dalam masyarakat Jawa. Di tengah setting eksterior ruang depan galery, Pamong Budaya muda/PPTK Kapasitas dan pengembangan Kalurahan/kelurahan budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Bapak Ali Usman, S.S., melaksanakan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada Ketua Komunitas SEKULI: Rodi Martono dan disaksikan oleh pemilik Galery Hardi dan tokoh sesepuh budayawan Kulon Progo H. R. Umar Sanusi HP.

Membaca Puisi: Marjudin Suaeb dan Syamsu Setiaji. page 5

Acara yang berlangsung selama 2,5 jam dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh para sastrawan diantaranya Marjudien Suaeb, Marwanto, Irandha Yudhatama, Syamsu Setiaji (Bantul), Ika Zardi Sholihah, Erick Indranata (Kediri), Jhoni Asman (Asdrafi), Teguh (Asdrafi), Haura (Putri Alm. Enes Pribadi) serta Akustic Sekuli Musik (Damar dan Taufiq). Acara ini secara resmi dipandu oleh MC Rusiana dan Alivia.
Rodi Martono selaku Ketua Komunitas SEKULI mengatakan “SEKULI berdiri atas motivasi untuk membangun, mengembangkan seni budaya di wilayah kulon kali (barat sungai) Progo, terutama untuk berkontribusi terhadap pemerintah Kalurahan Brosot lebih Berbudaya dalam upaya mengembangkan Wisata berbasis Budaya. Kehadiran SEKULI ke depan konsep-konsep yang telah terprogram dapat berjalan dengan baik.”*** [Penulis: Nur Iswantara].

Ditulis oleh: admin

Lihat Semua Artikel
Dilihat 34 kali
BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan