L
Memuat...
TNI & POLRI

Personel Satpolairud Banyuwangi Bersama TIM SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Jenazah Nelayan Pencari Cumi

Banyuwangi//suaraglobal.news – Seorang nelayan pencari cumi yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Muncar akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Pantai Palu Kuning, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (23/7/2026).

Korban diketahui bernama Hambali (56), warga Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Jenazah korban ditemukan setelah sebelumnya hilang saat melaut bersama rekan-rekannya sejak Minggu (19/7/2026).

Peristiwa nahas ini bermula saat empat nelayan berangkat mencari cumi di perairan Bringinan, Muncar, sekitar pukul 12.00 WIB. Namun pada Senin dini hari (20/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, salah satu nelayan diketahui hilang dari perahunya.

Diduga kuat korban terjatuh ke laut setelah perahu yang digunakan dihantam gelombang tinggi disertai angin kencang. Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban tidak ditemukan dan dinyatakan hilang.

Hingga akhirnya, pada Kamis pagi, warga melaporkan adanya sesosok jenazah di pesisir Pantai Palu Kuning. Mendapat informasi tersebut, Pos Satpolairud Muncar bersama tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polresta Banyuwangi segera melakukan evakuasi jenazah dari lokasi temuan. Dengan medan pantai yang cukup sulit, proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan kantong jenazah.

Selanjutnya, korban dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Blambangan untuk proses identifikasi oleh tim Inafis. Setelah dilakukan pencocokan data dan ciri fisik, korban dipastikan adalah Hambali.

Personel yang terlibat dalam kegiatan ini di antaranya:

Aiptu Erman Wahyudi
Aipda I Wayan Wedhana
Bripka Romi Eka P
Bripka Waluyo
Bripda Luthfan

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan saat melaut.

“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, memantau informasi resmi dari BMKG, serta menggunakan alat keselamatan seperti life jacket. Keselamatan adalah prioritas utama.”

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak ragu melapor apabila terjadi kondisi darurat di laut melalui layanan Call Center 110.

Aipda I Wayan Wedhana dan Aiptu Erman Wahyudi, S.H. turut mengingatkan para nelayan agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di perairan selatan Banyuwangi.

“Gelombang tinggi dan angin kencang bisa datang tiba-tiba. Kami harap nelayan tidak memaksakan melaut jika kondisi tidak memungkinkan,” ujarnya.

Sementara itu, rekan korban yang turut dalam pencarian menyampaikan rasa duka mendalam dan berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh nelayan.

“Kami sangat kehilangan. Semoga ke depan semua nelayan lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan,” ungkap salah satu rekan korban.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas di laut memiliki risiko tinggi, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat.

Polri Presisi hadir untuk masyarakat. Mari jaga keselamatan di laut demi Banyuwangi yang aman dan kondusif.(Mohamad)

Ditulis oleh: admin

Lihat Semua Artikel
Dilihat 23 kali
BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan