Bupati Kendal, Ibu Dyah Kartika Permanasari menyerahkan Piala Juara Terbaik I
dan Pengharagaan kepada perwakilan Teater Apotik SMK Duta Karya Kudus
Kendal. Suaraglobal.news – Bertempat di Aula Dinas PUPR Kabupaten Kendal Jawa Tengah akan digelar puncak Festival Teater Pelajar – Piala Sri Murtono pada hari Sabtu tanggal 26 September 2026 mulai pukul 07.00 – 22.15 WIB.
Bahrul Ulum A. Malik, Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) menginformasikan bahwa persaingan Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono (FTP-PSM) 2026 memasuki babak puncak. Dari 17 kelompok teater pelajar tingkat SLTA se-Jawa Tengah yang mengikuti seleksi awal, hanya lima kelompok yang terpilih. Kelima kelompok tersebut akan tampil di hadapan dewan juri pada Sabtu, 26 September 2026.
Keterangan dari Presiden PSK, Bahrul Ulum A. Malik yang didampingi Sekretaris PSK, Lukluk Anjanina, menyampaikan adapun Dewan Yuri: Giri Basuki Widodo (Teater Koma Jakarta, perupa asal Kendal, Alumni IKIP N Jakarta/UNJ), Sofiyan (Ketua Teater Semut Kendal), Mahmoed Elqadrian (GRK ASDRAFI, Alumni ASDRAFI Yogyakarta), Daniel Godan (Alumni ASDRAFI Yogyakarta, Alumni Prodi S-1 Seni Teater ISI Yogyakarta) dan Dr. Turahmat, S.H., S.Pd., M.Pd. (Pakar Pembelajaran Bermain Drama, Universitas Sultan Agung Semarang).

Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Ibu Dwi Laily Sukmawati menyerahkan Piala Juara Terbaik II dan Pengharagaan kepada perwakilan Teater Emas MAN 1 Tegal.
Ke 17 kelompok teater pelajar tingkat SLTA se-Jawa Tengah yang ikut seleksi Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono 2026 itu antara lain: Teater Sekar Langit – SMA PGRI 2 Kayen Pati, Astadasa Teater – SMK 18 LPPM Sidareja Cilaacap, Teater Widya Budaya – SMK Negeri 1 Sumber Rembang, Teater Thola Tholo MAN 1 Pati, Teater Pena Fiksi – SMA Bina Utama Kendal, Teater Genta – SMAN 2 Kendal, Teater Rimpang – SMA Batik 1 Surakarta, Teater Emas – MAN 1 Tegal, Teater Drupati – SMK Citra Medika Kota Magelang, Teater Apotek – SMK Duta Karya Kudus, Teater Wajah – MAN Salatiga, Sangkil Teater – SMK Negeri 1 Cilacap, Teater Sulung – SMK Maarif NU Suradadi Tegal, Teater Sansa – SMAN 1 Purwanegara Banjarnegara, Teater Cakrawala – SMAN 6 Purworejo, Teater Mansatra – MAN 1 Rembang. Para pelajar melalui aktivitas teater berkreasi seni pertunjukan teater dengan sungguh-sungguh. Para pelajar peserta festival belajar mengolah gagasan, bekerja sama, disiplin, serta berani menyampaikan ekspresi artistiknya.
Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Ibu Dwi Laily Sukmawati menyerahkan
Piala Juara Terbaik II dan Pengharagaan kepada perwakilan Teater Emas MAN 1 Tegal
Ke 17 kelompok teater pelajar tingkat SLTA se-Jawa Tengah peserta FTP-PSM 2026 oleh Dewan Yuri dipilih lima (5) besar kelompok terbaik untuk dinilai ulang guna menentukan juaranya. Kelima kelompok terpilih yang maju puncak FTP-PSM 2026 yakni: Teater Apotek – SMA Duta Karya Kudus; Teater Sansa – SMA Negeri 1 Purwanagara, Banjarnegara; Teater Pena Fiksi –SMK Bina Utama Kendal; Teater Cakrawala – SMA Negeri 6 Purworejo, dan Teater Emas – Man 1 Tegal.
Dewan Yuri FTP-PSM 2026 setelah mengadakan penilaian terhadap 5 finalis kelompok teater pelajar maka pada hari Sabtu, 26 September 2026 di puncak kegiatan menghasilkan kejuaraaan sebagai berikut: Penata Artistik Terbaik: Ahmad Rifqi Wibowo, Happy Sehlla & Maharani, Teater Apotik SMK Duta Karya Kudus. Penata Musik Terbaik: Faeza Dira Al Farizqi, Teater Emas MAN 1 Tegal. Aktor/Aktris TErbaik: Rizki Aditya Pratama, Teater Apotek SMK Duta Karya Kudus. Sutradara Terbaik: Muhammad Zaini, Teater Apotek SMK Duta Karya Kudus. Dan Kelompok Terfavorit Teater Sulung SMA Maarif NU Suradadi Tegal.
Kelima Juara FTP-PSM 2026 bersama Bapak Bahrul Ulum A Malik
Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu
Selanjutnya berturut-turut Juaranya: Terbaik V, Judul Kampus Kampus Gembira Loka, Teater Cakrawala SMA N 6 Purworejo; Terbaik IV, Judul Suara di Balik Pistol, Teater Sansa SMAN 1 Purwanagara, Banjarnegara; Terbaik III, Judul Air Mata Takbir, Teater Pena Fiksi SMK Bina Utama Kendal; Terbaik II, Judul Malam Lebaran, Sebuah Reuni, Teater Emas MAN 1 Tegal dan Juara Terbaik I, Judul Takbir di Balik Pintu, Teater Apotik SMK Duta Karya Kudus.
Mengenal dan mengenang Sri Murtono, lahir 23 September 1916 di Kendal Semarang Jawa Tengah. Dari keluarga suku Jawa pasangan R. Broto Hadi Sudarno seorang asisten wedono Cepiring keturunan Pangeran Samber Nyawa (Trah Mangkunegaran Surakarta) dengan Sri Kusmadinah anak pengusaha batik di lingkungan Panembahan Kasultanan Yogyakarta. Ia anak kedua, kakaknya bernama Sri Murtini dan adiknya Sri Murtinah. Pendidikan formalnya HIS (Hollanndsch Inlandsche Scholen, 1924-1931) Pindikan Semarang, MULO (Meer Uitgdebreid Lager Onderwijs, 1931-1934) Ambarawa, Leon Decker’s Toegepaste Kunst, bidang seni lukis dan reklame, 1934-1936 di Semarang dan tahun 1972 belajar di International College of English di Yogyakarta. Kesenimanannya teruji mulai zaman Belanda, Jepang, Revolusi dan Kemerdekaan. Semangat nasionalisme dan kebangsaannya kuat sejak aktif di Pergerakan Indonesia Muda bahkan karya lakon berjudul Kemerdekaan (1930) dan Gagak Nebo (1940) pernah menghantarnya masuk penjara karena dianggap melawan Belanda.

Kelima Juara FTP-PSM 2026 bersama Bapak Bahrul Ulum A Malik
Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu.
Di zaman Jepang ia aktif di Pusat Kebudayaan Jepang (Sandenbu) dan memimpin Sanggar Lukis dan Publikasi Profesional (1941-1945) di Semarang. Semarang dikuasai Belanda Sri Murtono mengungsi ke Jatibarang Jawa Barat dan kemerdekaan berkumandang ia menuju Jogjakarta untuk neruskan aktivitasnya dalam bidang seni. Di Jogja oleh Pimpinan Filed Preparation Kementrian Pertahanan RI ia ditunjuk memimpin Badan Welfare untuk menghibur tentara di front (1946-1948) disamping mengelola majalah Patriot dan Arena, tahun (1948-1950) sebagai seksi Film dan Sandiwara pada Kementrian Penerangan RI. Mulai tahun 1950 diangkat sebagai pegawai Jawatan Kebudayaan Bagian Kesenian Kementrian P. P. dan K, dan menjadi Guru Tidak Tetap di ASRI Yogyakarta yang diangkat sebagai Guru Muda Tingkat II pada tahun 1956 dengan mengajar ilmu reklame dan dekorasi. Pensiun sebagai Dosen STSRI “ASRI” tahun 1972 dalam jabatan Penata Muda Tingkat I Golongan III /b.
Sri Murtono dikenal sebagai pendiri ASDRAFI (Akademi Seni Drama dan Film Indonesia) Yogyakarta, berdiri tanggal 5 Mei 1955. Sebelumnya ia mendirikan Sekolah Seni Drama dan Film (SSDRAF) Yogyakarta, tgl 1 Nopember 1951 dimana kedua institusi tersebut di bawah Yayasan Institut Kebudyaan Indonesia (IKI) Yogyakarta yang diketuai Prof. Ir. S. Purbodiningrat. Nama Sri Murtono termasyur karena salah satu karya “eksperimen drama massal di alam terbuka” berjudul Sumpah Gadjah Mada dipentaskan sebagai pertunjukan kenegaraan dalam memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 17 Agustus 1952 di Alun Alun Utara Yogyakarta, 17 Agustus 1953 di Lapangan gambir Jakarta dan 17 Agustus 1954 di Lapangan rampal Malang Jawa Timur. Kemudian drama terbuka lainnya seperti Genderang Bharatayuda, Lara Jonggrang sempat memberi nuansa baru drama Indonesia.
Nama Sri Murtono terabadikan menjadi karya ilmiah oleh Nur Iswantara, untuk menyelesaikan derajat Sarjana S-2 Program Studi Pengkajain Seni Pertunjukan Jurusan Ilmu Humaniora Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada dengan judul : Sri Murtono (1916-1986) Seorang Seniman Teater Indonesia Sebuah Biografi (2001) dan diterbitkan sebagai buku dengan judul Sri Murtono Teater Tak Pernah Usai Sebuah Biografi, Intra Pustaka Utama tahun 2024.
Daniel Exaudi Godan,S.Sn., Mahmoed Elqadrian, Giri Basuki Widodo,
Sofiyan dan Dr. Turahmat, S.H., S.Pd., M.Pd.
Karya lakon R. Sri MUrtonp ada sekitar 53. Sebagai seniman, sutradara, pengelola rombongan Sri Murtono sewaktu di Semarang memimpin Kelompok Sandiwara Murni , Studio Sri Murtono, Studio Reklame “Ik Wil”, dan di Yogyakarta ada sekitar 18 kelompok yang beliau hidupi seperti: Remaja Seni, Ksatria Muda, Persatuan Oesaha sandiwara Indonesia, Sandiwara Buruh, Bapersi, Serikat Artis Sandiwara, Raksi Seni, Gabungan Artis Pelajar, Kino Drama Atilier dll. Sri Murtono meninggal 30 Juni 1986 meninggalkan isteri Ny. Sumary yang juga seorang pelukis dan enam anak serta 13 cucu.Atas kesetiaan berkesenian dan pendidikan beliau mendapat Piagam Hadiah Seni dari Presiden Republik Indonesia pada tanggal 2 Mei 1981 karena jasanya terhadap negara sebagai Seniman dan Pendidik Seni Budang Seni Teater. Kmeudian di tahun 1986 beliau juga mendapat penghargaan dari Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
R. Sri Murtono putra asal Kendal Jawa Tengah berkontribusi secara nasional sejak sebelum kemerdekaan hingga mengisi kemerdekaan. Puncak Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono yang digelar di Aula Dinas PUPR Kabupaten Kendal (26/9/2026) mendapat perhatian special dari Ibu Dyah Kartika Permanasari, Bupati Kendal. Menurut beliau kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat pengembangan ekosistem sastra, teater, pendidikan, dan kebudayaan di Kabupaten Kendal.
Menurut Mbak Tika, sebutan populis Ibu Bupati Kendal, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga menjadi bagian dari uipaya merawat ingatan dan menghidupkan kembali waruisan pemikiran serta perjuangan Sri Murtono, atau yang akrab disapa Pak Sri, tokoh teater nasional kelahiran Kendal sekaligus pendiri Akademi Seni Drama dan Film Indonesia.

Daniel Exaudi Godan,S.Sn., Mahmoed Elqadrian, Giri Basuki Widodo, Sofiyan dan Dr. Turahmat, S.H., S.Pd., M.Pd.
Dengan mengangkat nama Sri Murtono sebagai ikon festival, Mbak Tika berharap kegiatan semacam ini dapat membangaun kesadaran historis sekaligus memperkuat keterhubungan generasi pelajar dengan tradisi teater Indojesia. Bupati Kendal Ibu Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono 2026. Selamat dan sukses pelaksanaan Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono 2026. Komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Kendal ditunggu kiprah selanjutnya. *** (Penulis & Fotoeditor: Nur Iswantara)


Komentar