SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PERISTIWA
Beranda / PERISTIWA / Selamat Jalan Cak Sholeh ! Sang Pejuang Demokrasi Aktifis Anti Korupsi Dan Pahlawan Bagi Rakyat Kecil

Selamat Jalan Cak Sholeh ! Sang Pejuang Demokrasi Aktifis Anti Korupsi Dan Pahlawan Bagi Rakyat Kecil

Setelah sholat Jum’at Almarhum Muhammad Sholeh dimakamkan di tempat pemakaman pondok pesantren Singa Putih Munfaridin , Prigen Pasuruan, Jawa Timur.

Sidoarjo//suaraglobal.news – Muhammad Sholeh, S.H. (Cak Sholeh), pengacara terkenal dan pendiri lembaga bantuan hukum dengan slogan “No Viral No Justice”, meninggal dunia pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 03.00 WIB di RS Siloam setelah berjuang melawan sakit autoimun yang diderita selama kurang lebih lima tahun. Almarhum dimakamkan di tempat Pemakaman: Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur

Perjalanan hidup pembela rakyat kecil dengan mempopulerkan frasa “No Viral No Justice” yang menggambarkan realitas sosial bahwa kasus hukum sering kali harus viral terlebih dahulu di media sosial agar mendapat perhatian dan keadilan dari aparat penegak hukum.

Mantan aktivis ’98 yang juga berprofesi sebagai advokat tersebut dikenal aktif mendampingi masyarakat kecil dan wong cilik yang kesulitan mengakses keadilan formal.

Selain sebagai advokat, almarhum juga dikenal sebagai aktivis anti korupsi yang konsen menyuarakan isu korupsi yang ada di wilayah Jawa Timur. Bahkan tidak jarang almarhum bersama aktivis dan masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan pemberantasan korupsi.

Kebakaran Melanda SPBU Candangpinggan, Dua Unit Mobil Terbakar Api Berhasil Dipadamkan Cepat

Cerita dan kenangan H. Muhammad Saiful ” Mamad Ipul bersama Almarhum Muhammad Sholeh atau biasa disapa cak Sholeh no viral no justice.

“Ia orator ulung di panggung demonstrasi mahasiswa yang kemudian menggulingkan Soeharto di tahun 1998. Gaya orasinya masih berkibar-kibar hingga sebelum meninggal hari ini.

Dia M Sholeh, Muhammad Sholeh yang saya kenal sejak dia sebagai aktivis PRD, Partai Rakyat Demokratik. Suatu partai, yang menurutku sangat progresif revolusioner saat itu. Sebab, partai inilah yang pertama kali lantang berteriak gulingkan Soeharto.

Saya pernah menyaksikan orasi dia di depan Gedung Grahadi, tempat Gubernur Jawa Timur menerima tamu penting atau bikin seremoni. Saya juga pernah melihat dia pidato saat demonstrasi di IKIP Surabaya di Ketintang, sekarang Unesa, pada saat demonstrasi mahasiswa mulai bentrok dengan polisi di gerbang kampus.

Sholeh juga pembakar semangat demonstran di kampus B Unair di Karang Menjangan, dan Kampus ITS Sukolilo yang saat itu benar-benar “Institut Tengah Sawah”.

Polres Lamongan Respons Cepat Kebakaran Dapur Di Desa Kedukbembem Mantup Api Berhasil Dipadamkan

Saat itu, saat ramai-ramainya demonstrasi mahasiswa di seputaran menjelang 98, Kapolresta Surabaya Timur adalah Oegroseno, yang belakangan pernah jadi Wakapolri, dan saat ini sedang punya masalah hukum itu.

Sebagai jurnalis koran Surabaya Post, yang terbit sore, sebelum akhirnya ke Tempo, saya kerap harus membuat berita di tengah demonstrasi mulai memanas, dan bentrok baru mulai, pada jam 11.00-an siang.

Orasi-orasi Sholeh di antaranya, agak kerap aku jadikan bahan berita, atau masuk ke kutipan langsung. Baru sore atau malamnya, bertemu kembali dengan para mahasiswa demonstran ini.

Sampailah ada cerita Sholeh ditangkap. Dan, seingat saya, saat itu ada peristiwa ibunda Dita Indah Sari, sama-sama aktivis PRD, meninggal di Rumah Sakit Darmo. Dita, yang saat itu dipenjara, sempat diizinkan untuk menengok jenazah ibundanya di situ.

Setelah Soeharto jatuh, saya mendengar banyak “cerita” tentang Sholeh. Dia sempat jadi caleg Gerindra di awal-awal partai ini masih belum besar. Gambar nyalegnya bersaing dengan baliho Ahmad Dhani Dewa 19, bertebaran di seantero pojok kota Surabaya.

Polres Lamongan Respon Cepat Laka Tunggal Truk Trailer Di Jalur Lamongan-Babat

“Kisah” tentang Sholeh makin banyak berseliweran masuk kupingku. Suatu saat saya bertemu dia di Gambir. Dia mau ke Surabaya, sedangkan saya naik kereta ke jurusan lain, Malang.

Dan pagi ini saya mendapati informasi di sejumlah grup WA bahwa Sholeh telah berpulang. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Al fatikhah”. Kenang Mamad Ipul. (NK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement