Penampilan Teater BengkelSastra – SMAN 1 Majalaya.
Bantul // Suaraglobal.news. Festival Teater Remaja Nusantara – FTRN#5 pada hari Jum’at tanggal 7 Agustus 2026 bertempat di Auditorium WS Rendra Jurusan Teater (Juste) Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan berlaga 2 Kontingen Teater Remaja: Teater BengkelSastra – SMAN 1 Majalaya (14.00) dan Teater Tenda A – SMAN 2 Serang (19.25). Dewan Yuri sebagai tim penilai Drs.Suharjoso, Sk., M.Sn., Nanang Arizona, S.Sn., M.Sn. dan Dexara Hachika, S.Sn., M.Sn.
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Teater (Juste) FSP ISI Yogyakarta menggelar FTRN #5 mulai Senin (3/8/2026) sore di Plaza Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta. Ajang kreasi berskala nasional berlangsung selama enam hari hingga Minggu (8/8/2026) dengan menghadirkan 100 peserta dalam 10 kelompok teater dari berbagai daerah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
FTRN telah sukses digelar pada tahun 2013, 2015, 2017, dan 2019 oleh HMJ Teater FSP ISI Yogyakarta. Kegiatan FTRN #5 2026 akan berlangsung selama 6 hari, diikuti 10 kontingen dari seluruh kelompok siswa SMA/SMK Sederajat se-Nusantara yang terpilih dengan sistem kurasi. Setiap kontingen beranggotakan 10 orang yang setiap hari siap beradu kreativitas di atas panggung.
Ketua Pelaksana FTRN #5, Dinda Aprilia, menjelaskan ‘Esensi utama dari festival ini bukanlah sekadar ajang kompetisi, melainkan tempat berkumpul, berdiskusi, dan memperluas relasi antar-seniman, siswa, serta akademisi. Selain itu, poin pembeda FTRN #5 dibanding penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya terletak pada upaya masif pengurangan limbah pertunjukan.’ Lanjut Dinda, ‘Latar belakangnya berangkat dari pengamatan empiris kami di FSP, dimana bahan-bahan setelah pementasan sering dibuang sia-sia, menjadi sampah, dan langsung dibakar,” ungkap Dinda.
Kontingen Teater BengkelSastra – SMAN 1 Majalaya beralamat di Jalan Panyadap No. 2, DEsa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Teater BengkelSastra – SMAN 1 Majalaya menyajikan lakon berjudul Tuhan Tolong Bunuh Emak karya Yessy Natalia. Latar Tempat : Rumah Sederhana Dekat Rel Kereta Api. Sinopsis : Bekti dan keluarganya, yang tinggal di pinggiran rel kereta api, sebelum menerima gaji ke 13 dan bonus, mengalami berbagai masalah. Obat kanker emaknya habis dan harus ditebus, sedangkan emaknya terus menangis karena tidak tahan akan sakitnya.
Minah, istri Bekti mengingatkan bahwa Wiyarti, anak satu satunya yang pintarnya melebihi Bekti dan istrinya, harus mendaftar ulang untuk kuliah kedokteran. Penagih hutang datang menagih hutang. Hutang dari biaya pengobatan emaknya terdahulu. Werdi, sahabat Bekti datang dan memberikan beberapa pandangannya jika dia mengalami seperti yang dialami Bekti. Pandangan itu malah membuat Bekti bingung. Setelah dihitung, gaji ke 13 dan bonus yang diterima Bekti ternyata tetap kurang untuk semua kebutuhan yang diperlukan.
Bekti pusing, dan bingung, dia berdoa agar Tuhan menolongnya, tapi Tuhan seperti tidak mendengar. Bekti akhirnya meminta Minah, istrinya untuk memutuskan bagaimana mengatur uang yang tidak cukup itu. Minah menolak. Emak yang mendengar pembicaraan Bekti dengan Minah akhirnya minta pada Bekti agar dibuat mati saja. Bekti yang bingung akhirnya mengambil obat serangga, meletakkan di samping Emak dan kemudian pergi karena tak sanggup memutuskan apa yang harus dilakukan.
Tim artistik: Sutradara – Ardelia Putri Aulia. Pemeran: Delli Andri, Tiara Rahmawati, Rayhan Fadil Akbar, Gladisya Lailania, Rizki Ahmad Ramadhan. Penata Artistik – Syahriza Muchamad Meilina, Pimpinan Produksi – Tatan Tariansyah Nur Jaman, . Pembina Bapak Sona Gustian, S.Pd., Pelatih – Shendi Septiandi.
Teater Tenda A – SMAN 2 Serang berada di Jl. Jaksa Agung R. Soeprapto No. KM 5, Karundang, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Mementaskan lakon judul Makan Malam karya Aziz Azhar. Latar tempat Ruang Makan. Sinopsis: Menyajikan pertunjukan berjudul Makan Malam karya Aziz Azthar. Latar Tempat : Ruang Makan. Sinopsis : Untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-80, seorang ibu mengadakan makan malam bersama keempat anaknya. Makan malam itu menjadi tegang karena masing-masing menumpahkan masalah dalam hidup mereka, ditambah lagi dengan masalah kenangan terhadap meja makan tua di mana mereka mengadakan perjamuan. Di penghujung malam, satu rahasia seakan menunggu untuk terungkap.

Penampilan Teater Tenda – SMAN 2 Serang.
Tim artistik: Sutradara – Fini Rahma Amalia, Pemeran: Muhammad Azzam Al Uswah – Ruben; Adelia Oktaviani – Wina; Gita Amalia Kusumawati – Gadis; Meida Kamila Shafa – Nora; Pandu Alfarizi – Fajar; Penata Cahaya – Andika Ramadan; Penata Artistik- Adinda Dzakiyyah Kurniawan; Penata Rias – Latansa Putri Kartena; Penata Rias – Silvia Eka Yuliawati. Pembina Bapak Yogi Hadiansyah, M.Pd.
Dua (2) kelompok teater remaja-pelajar telah menampilkan karya pertunjukan teater bergaya realis. Para remaja memiliki keberanian berekspresi dan eksplorasi bentuk artistik realis. Dari dua pertunjukan yang mengangkat isu keluarga dalam masyarakat Indonesia tercermin hal keluarga, pendidikan, masalah sosial dalam kehidupan di masyarakat. FTRN#5 merefleksikan keanekaragaman generasi muda memahami kehidupan secara realisme.
Menikmati pertunjukan dua kontingen peserta FTRN#5 2026 usia remaja yang bermain realis sungguh mengasyikan. Teater realis dipilih atas dasar kelekatannya dengan realitas kehidupan, sehingga mampu merepresentasikan berbagai persoalan sosial, budaya, maupun lingkungan secara kontekstual. Pada aras ini kemampuan kreativitas para remaja peserta FTRN#5 ditantang untuk hadir dengan meyakinkan. Panitia menyediakan pilihan naskah lakon baru yang segar dan menantang, dikurasi bersama Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF) demi menjamin kualitas dan kedalaman naskah.
Panitia FTRN kerjabareng dengan Yabbiekayu Eco Living mendorong pemanfaatan kembali material produksi, pengurangan plastik sekali pakai, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Produksi teater kerap menyumbang limbah material artistik — festival ini berkomitmen menguranginya. Penerapan hal ini disuport penuh Yabbiekayu Eco Living, mitra yang konsisten dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan.
Mencatat lakon realis yang dipentaskan sungguh asyik. Lakon Tuhan Tolong Bunuh Emak dipentaskan oleh lima (5) kelompok teater remaja yakni Teater Catur – SMAN 2 Pasuruan, Teater Pespas – SMAN 16 Medan, Teater Dahana – SMAN 1 Samarinda, Teater Ananta – SMK Ma’arif Terpadu Cicalengka, Teater BengkelSastra – SMAN 1 Majalaya. Lakon Panen Anak dipentaskan oleh tiga (3) kelompok teater remaja yaitu Teater Gawe – SMKN 3 Tasikmalaya, Teater Dekik – SMAN 1 Krakasan, Teater SangSendu – SMA 8 Serang. Kemudian Lakon Makan Malam dipentaskan oleh dua (2) kelompok teater remaja Teater Wijaya Kusuma – SMAN 1 Ngluwar, Teater Tenda A – SMAN 2 Serang,
Dengan demikian lakon Tuhan Tolong Bunuh Emak merupakan lakon yang dimainkan lima (5) kontingen peserta FTRN#5 sejumlah 50%; lakon Panen Anak dimainkan oleh tiga (3) kontingen peserta FTRN#5 sejumlah 30% dan lakon Makan Malam dimainkan oleh dua (2) kontingen peserta FTRN#5 sejumlah 20%. Artinya lakon Tuhan Tolong Bunuh Emak menjadi lakon terbanyak dipilih kontingen peserta FTRN#5, diikuti lakon Panen Anak dan lakon Makan Malam. Nah untuk pemenangnya kontingen mana? Apa dari kontingen yang mementaskan lakon Tuhan Tolong Bunuh Emak atau yang mementaskan lakon Panen Anak atau yang mementaskan lakon Makan Malam? Yang tahu tentu Dewan Yuri!
Ketua Jurusan Teater FSP ISI Yogyakarta, Rano Sumarno, M.Sn. mengatakan, ‘Ada 10 kontingen lolos seleksi yang mewakili Sumatra, Jawa, Kalimantan, & Sulawesi, menunjukan spirit teater remaja di sekolah begitu tinggi. Mereka datang ke Jogja ada yang pake pesawat, kereta, bahkan ada yang membawa bis sendiri, juga menunjukan suport sekolah kepada kontingen sangat baik. Bahkan Mas Rano dengan yakin menyampaikan ‘Setiap penampil terbaik akan mendapatkan prioritas bila mendaftar masuk studi Jurusan Teater jalur SNBP & Mandiri’.
Hadiah bernilai keilmuaan untuk masa depan bagi generasi muda yang betul-betul memilih bidang studi ilmu teater dengan sungguh-sungguh. Kesungguhan para remaja dalam mengikuti FTRN#5 perlu mendapat apresiasi tinggi sebab mereka belajar teater realis semasa usia remaja. Hal ini menjadi sebuah capaian prestasi usia muda yang terindah bagi para remaja Indonesia yang ikut FTRN#5 2026. *** [Penulis & Fotoeditor: Nur Iswantara / Setya Nuurochim].
