Suasana mengharukan, saat Bupati Subandi melihat kondisi rumah Watijah yang berdindingkan seng dan beratap seng.
Sidoarjo//suaraglobal.news – Insiden kecil namun dramatis terjadi di sela agenda sidak rumah tidak layak huni (RTLH) di desa Kalimati Kecamatan Tarik. Peristiwa tersebut terjadi ketika Bupati Subandi meninggalkan lokasi RTLH di titik pertama (rumah Atimah RT 10 RW 2) dan di arahkan kades Kalimati menuju RTLH titik kedua (rumah Atim Prayitno RT 12 RW 2). Namun seketika itu H Pujiono langsung mengajak Bupati untuk melihat rumah Watijah yang tidak jauh dari lokasi pertama. Bupati Subandi pun memutuskan untuk melihat lokasi rumah Watijah dengan berjalan kaki mengikuti petunjuk H Pujiono. Meskipun Kadinsos (Martha red) sempat memberitahu ke Bupati bahwa lokasi tersebut tidak masuk agenda sidak kali ini, namun Bupati Sidoarjo tetap berjalan menuju lokasi rumah Watijah yang didampingi H Pujiono.
Lima hari sebelum kedatangan Bupati Subandi ke desa Kalimati, H Pujiono sudah melihat sendiri tiga lokasi rumah tidak layak huni (RTLH) di desa Kalimati, salah satunya adalah rumah Watijah. Tidak hanya melihat, H Pujiono juga mendengar cerita dan keluhan mereka tentang kondisi rumahnya selama sepuluh tahun terakhir ini. Dalam keterangannya H Pujiono mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan kondisi rumah ke-tiga keluarga tersebut. Namun Ia juga heran mengapa hanya dua rumah yang dijadwalkan untuk di sidak Bupati Sidoarjo.
Sementara itu, dari cerita Sutono, alasan tidak masuk rumah Watijah dalam agenda sidak Bupati Sidoarjo pada Jum’at 6/ 11/2026 dikarenakan laporan yang di terima Dinas sosial bahwa yang bersangkutan (Watijah red) sudah pernah kaya. Sutono mengetahui alasan tersebut dari jawaban pegawai dinas sosial saat dirinya bertanya alasan tidak masuknya lokasi rumah Watijah dalam agenda sidak RTLH Bupati Sidoarjo.
” Kata pegawai kabupaten yang sepertinya dari dinas sosial mengatakan kalau Bu Watijah pernah kaya, makanya tidak masuk agenda sidak Bupati Sidoarjo”, ujar Sutono.
Mendengar jawaban tersebut Sutono merasa heran dan ada yang janggal. Siapa yang memberikan informasi ke pihak dinas kalau Watijah sudah pernah kaya. Sedangkan Sutono yang merupakan warga Desa Kalimati mengetahui betul kondisi ekonomi dan rumah Watijah. Ia pun mencurigai adanya pihak pihak yang berusaha memberi informasi bohong ke pihak dinas.
” Saya tahu kondisi ekonomi maupun rumah ibu Watijah dari dulu hingga saat ini. Dan alasan bahwa pernah kaya itupun mengada ada. Dan saya curiga ada oknum pemdes yang memberikan informasi yang salah ke pihak dinas terkait” tambah pria setengah baya tersebut.
Lebih lanjut, Sutono mengapresiasi kepekaan Bupati Sidoarjo yang tidak serta merta mendengar laporan bawahnya. Meskipun tidak dijadwalkan tetap jalan untuk melihat rumah Watijah secara langsung.
” Saya respect sama pak Bupati yang tetap mau melihat sendiri secara langsung rumah Bu Watijah. Beliau juga menegaskan akan membantu bedah rumah milik ibu Watijah” pungkasnya.
Sementara itu, setelah melihat kondisi rumah Watijah, Bupati Subandi menyampaikan bahwa kondisi ekonomi seseorang itu tidak pasti. Kadang dulu pernah mampu/kaya dan sekarang kurang mampu. Ia pun berpesan kepada Kades Kalimati untuk mengawal proses administrasi dan persyaratan untuk mengajukan bantuan bedah rumah. ( NK)



Komentar