SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DAERAH
Beranda / DAERAH / Sidak Proyek Rumah Pompa Lippo Plaza, Wabup Mimik Temukan Ketidaksesuaian Spesifikasi Material

Sidak Proyek Rumah Pompa Lippo Plaza, Wabup Mimik Temukan Ketidaksesuaian Spesifikasi Material

Sidoarjo//suaraglobal.news – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP. cukup intens melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap progres pekerjaan infrastruktur di wilayahnya. Salah satu titik proyek yang sasaran inspeksi adalah proyek perbaikan rumah pompa di depan Lippo Plaza Sidoarjo. Senin (21/9/2026). Wabup Sidoarjo meninjau lokasi tersebut. Dalam Sidak pekerjaan proyek itu, Mimik menyoroti kualitas material konstruksi, komposisi campuran, serta ketepatan waktu penyelesaian proyek yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Giat sidak yang dilakukan Wabup Sidoarjo tersebut untuk memastikan setiap pekerjaan kontruksi di kabupaten Sidoarjo tidak menyimpang dari spesifikasi teknis (Spektek) yang disepakati dalam dokumen kontrak. Spektek merupakan acuan legal dan teknis yang menjamin kualitas, keamanan dan keandalan bangunan.

Selain itu Mimik juga menegaskan, perbaikan rumah pompa harus diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan, Ia juga mengingatkan, agar kontraktor pelaksana proyek mematuhi jadwal pekerjaan dan bertanggung jawab terhadap penyelesaian pembangunan.

“Pompa air ini harus sesuai target. Bulan Desember harus selesai tepat waktu. Kalau tidak tepat waktu, maka denda harus berjalan,” tegas Mimik Idayana.

Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan pekerjaan proyek dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis supaya pekerjaan infrastruktur pengendalian air tersebut dapat diselesaikan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Truk Tronton Kelebihan Muatan Tebu Polsek Babat Respons Cepat Laporan Call Center 110

Dalam sidak tersebut, Mimik juga memberikan perhatian terhadap kualitas material yang digunakan di lapangan. Ia menyayangkan kwalitas pasir yang dinilai masih bercampur dengan sirtu (pasir dan batu) serta banyaknya kandungan tanah. Kondisi tersebut menjadi catatan dalam pengawasan, mengingat material konstruksi harus memenuhi persyaratan teknis yang telah ditentukan.

Komposisi campuran adukan semen dan pasir juga menjadi perhatian Wabup Sidoarjo tersebut. Apa yang disampaikan konsultan pengawas tidak seperti dengan kondisi pekerjaan yang ditemuinya.

“Menurut pengawas, campurannya 1:4, ternyata bisa 1:6. Paling tidak, pasir yang dipakai dari Lumajang itu lebih bagus lagi dan kuat,” ungkapnya.

Penggunaan material atau metode kerja yang di bawah standar (misalnya mutu beton atau besi tulangan yang lebih rendah) berisiko menyebabkan keretakan hingga keruntuhan bangunan. Serta bangunan menjadi lebih cepat rusak sebelum mencapai target usia operasional bangunan tersebut. Hal tersebut akan membuat pemerintah daerah harus mengeluarkan biaya renovasi dan pemeliharaan yang jauh lebih tinggi di masa yang akan datang.

Untuk itu temuan tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan material dan komposisi adukan yang digunakan sesuai spesifikasi teknis. Kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas juga harus melakukan pekerjaannya secara profesional dan jangan sampai justru “bersekongkol” untuk melakukan kecurangan dalam pekerjaan proyek infrastruktur di Sidoarjo. (NK)

BPJS Warga Mendadak Nonaktif, Serikat Buruh Maju Mandiri Soroti Perubahan Desil Pekerja Rentan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement