Malang,suaraglobal.news Setiap tanggal 14 Agustus, kita memperingati Hari Pramuka—sebuah momentum yang sering kali terjebak dalam sebatas seremoni baris-berbaris atau upacara bendera. Namun, bagi saya yang kini berkecimpung di dunia praktisi hukum, Pramuka adalah fondasi dasar pembentukan karakter, mental, dan integritas.14/08/2026
“Jauh sebelum saya mendalami pasal-pasal hukum di bangku kuliah, prinsip kedisiplinan dan ketahanan mental telah tertanam kuat saat saya bergabung dalam Satuan Karya (Saka) Bakti Husada Gondanglegi, Kabupaten Malang.”ujar praktisi hukum Ach Hussairi, S.H, M.H.
Di bawah bimbingan Puskesmas dan mentor-mentor terbaik di Gondanglegi kala itu, Saka Bakti Husada bukan sekadar tempat belajar tentang kesehatan masyarakat atau pertolongan pertama.
Bagi kami yang berproses di sana, itu adalah kawah candradimuka untuk latihan mental yang sesungguhnya. Kami dididik untuk tangguh di lapangan, responsif terhadap krisis, dan mengutamakan pengabdian masyarakat di atas kepentingan pribadi.
Pengalaman berorganisasi di lini akar rumput seperti Malang Selatan memberikan perspektif nyata tentang empati sosial. Kini, dalam profesi saya sebagai penegak hukum, latihan mental tersebut bertransformasi menjadi modal utama untuk tetap teguh, objektif, dan berintegritas tinggi di tengah dinamika hukum yang sering kali penuh dengan tekanan intervensi.
Dasa Darma Pramuka, khususnya poin Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan serta Bertanggung jawab dan dapat dipercaya, sejatinya adalah roh dari penegakan hukum yang ideal. Jika setiap elemen bangsa, termasuk para aparat penegak hukum, memegang teguh nilai kepramukaan ini, maka krisis moralitas dan degradasi keadilan yang sering kita saksikan hari ini tidak perlu terjadi.
Gerakan Pramuka tidak boleh dianggap usang atau sekadar ekstrakurikuler pelengkap. Pramuka adalah investasi jangka panjang untuk mencetak manusia-manusia tangguh yang siap membela kebenaran.
Selamat Hari Pramuka. Teruslah tumbuh menjadi wadah pemuda yang berkarakter, demi masa depan hukum dan kedaulatan bangsa Indonesia yang lebih bersih.
Syaiful/Sambo

