L
Memuat...
SENI & BUDAYA

FTRN #5 HMJ Teater FSP ISI Yogyakarta Inovasi Teater Realis dan Semangat Ramah Lingkungan

Bantul // suaraglobal.news. Festival Teater Remaja Nusantara – FTRN#5 pada hari Selasa, 4 Agustus 2026 bertempat di Auditorium WS Rendra Jurusan Teater Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan berlaga 3 Kontingen Teater Remaja: Teater Catur – SMAN 2 Pasuruan (12.45); Teater Gawe – SMKN 3 Tasikmalaya (15.55); Teater Dekik – SMAN 1 Krakasan (19.50). Dewan Yuri yang akan menilai Drs.Suharjoso, Sk., M.Sn., Nanang Arizona, S.Sn., M.Sn. dan Dexara Hachika, S.Sn., M.Sn.
FTRN telah sukses digelar pada tahun 2013, 2015, 2017, dan 2019 oleh HMJ Teater FSP ISI Yogyakarta. Kegiatan FTRN #5 2026 akan berlangsung selama 6 hari, diikuti 10 kontingen dari seluruh kelompok siswa SMA/SMK Sederajat se-Nusantara yang terpilih dengan sistem kurasi. Setiap kontingen beranggotakan 10 orang yang setiap hari siap beradu kreativitas di atas panggung, jelas Dinda Aprilia Hentari Ketua Pelaksana FTRN#5 2026.
Kontingen Teater Remaja: Teater Catur – SMAN 2 Pasuruan beralamat Jl. Panglima Sudirman No. 163 Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. menyajikan lakon berjudul Tuhan Tolong Bunuh Emak karya Yessy Natalia. Latar Tempat : Rumah Sederhana Dekat Rel Kereta Api. Sinopsis : Bekti dan keluarganya, yang tinggal di pinggiran rel kereta api, sebelum menerima gaji ke 13 dan bonus, mengalami berbagai masalah. Obat kanker emaknya habis dan harus ditebus, sedangkan emaknya terus menangis karena tidak tahan akan sakitnya.
Minah, istri Bekti mengingatkan bahwa Wiyarti, anak satu satunya yang pintarnya melebihi Bekti dan istrinya, harus mendaftar ulang untuk kuliah kedokteran. Penagih hutang datang menagih hutang. Hutang dari biaya pengobatan emaknya terdahulu. Werdi, sahabat Bekti datang dan memberikan beberapa pandangannya jika dia mengalami seperti yang dialami Bekti. Pandangan itu malah membuat Bekti bingung. Setelah dihitung, gaji ke 13 dan bonus yang diterima Bekti ternyata tetap kurang untuk semua kebutuhan yang diperlukan. Bekti pusing, dan bingung, dia berdoa agar Tuhan menolongnya, tapi Tuhan seperti tidak mendengar. Bekti akhirnya meminta Minah, istrinya untuk memutuskan bagaimana mengatur uang yang tidak cukup itu. Minah menolak. Emak yang mendengar pembicaraan Bekti dengan Minah akhirnya minta pada Bekti agar dibuat mati saja. Bekti yang bingung akhirnya mengambil obat serangga, meletakkan di samping Emak dan kemudian pergi karena tak sanggup memutuskan apa yang harus dilakukan.
Sutradara oleh Aulia Yuliana; Aktor: Rizky Abidin, Daiva Saskara Earl Rasendriya, Aktris: Hanifah Tsalatsa Ramadhani, Amira Putri Zakiyya, Mardina Sofiyah. Koordinator Penata Musik: Ayu Tari Julianti; Koordinator Penata Cahaya: Maisyaro; Koordinator Penata Rias dan Busana: Lailatul Mukmira; Koordinator Penata Panggung: Aisyah Putri Cahyani.

Teater Gawe – SMKN 3 Tasikmalaya menampilkan lakon Panen Anak karya Manik Sukadana. Latar Tempat : Area Depan Rumah. Sinopsis : Empat tahun pernikahan tanpa anak berubah menjadi medan perang yang sunyi. MARNA dan ARTHA mencoba bertahan di tengah tekanan RAHAYU (Ibu dari ARTHA) yang semakin hari semakin tak terbendung. Bagi RAHAYU, cucu adalah jawaban atas rasa malu, kegagalan, dan tekanan sosial yang menghimpitnya. Namun setiap desakan justru membuka luka yang lebih dalam. Hingga pada satu titik, MARNA tidak lagi mampu menahan apa yang selama ini ia sembunyikan. Pengakuannya bukan hanya mengguncang keluarga, tetapi juga memaksa mereka menghadapi kenyataan yang jauh lebih pahit dari sekadar tidak memiliki anak.
Teater Dekik – SMAN 1 Krakasan, beralamat di Jl. Imam Bonjol No. 13 Sidomukti, Kota Krakasan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mementaskan lakon Panen Anak karya Manik Sukadana. Latar Tempat : Area Depan Rumah. Sinopsis : Empat tahun pernikahan tanpa anak berubah menjadi medan perang yang sunyi. MARNA dan ARTHA mencoba bertahan di tengah tekanan RAHAYU (Ibu dari ARTHA) yang semakin hari semakin tak terbendung. Bagi RAHAYU, cucu adalah jawaban atas rasa malu, kegagalan, dan tekanan sosial yang menghimpitnya. Namun setiap desakan justru membuka luka yang lebih dalam. Hingga pada satu titik, MARNA tidak lagi mampu menahan apa yang selama ini ia sembunyikan. Pengakuannya bukan hanya mengguncang keluarga, tetapi juga memaksa mereka menghadapi kenyataan yang jauh lebih pahit dari sekadar tidak memiliki anak.
Pembina Teater Dekik Bapak Ary Wibowo S.Pd., Amelia Indah Kurnia – Sutradara. Pemeran: Fauzi Akbar – Artha; Moh Dava Satria Damika – Urdi; Sekarningrum Indah Larasati – Densi; Malika Nuril Fajriah – Rahayu; Khoirotul Bariyah Mursid – Marna. Maysya Dwi Robi’atul Adhawiyah – Crew Musik; Ayesha Chandini – Crew Set Desain; Salsabila Kusuma Wardhani – Crew Lighting.

 

Ketua Jurusan Teater FSP ISI Yogyakarta, Bapak Rano Sumarno, M.Sn. mengungkapkan ‘Setiap penampil terbaik akan mendapatkan prioritas bila mendaftar masuk studi Jurusan Teater jalur SNBP & Mandiri’. Hal ini menjadi hadiah prestasi terindah bagi para remaja Indonesia yang ikut FTRN#5 2026. Hadiah bernilai keilmuaan untuk masa depan bagi generasi muda yang betul-betul memilih jalur studi bidang ilmu teater dengan sungguh-sungguh. Ada 10 kontingen lolos seleksi yang mewakili Sumatra, Jawa, Kalimantan, & Sulawesi, menunjukan tingginya spirit teater remaja di lingkungan sekolah. Mereka datang ke jogja ada yang pake pesawat, kereta, bahkan ada yang membawa bis sendiri, juga menunjukan suport sekolah kepada kontingen sangat baik. Selamat berfestival para Remaja Indonesia.
Menikmati pertunjukan tiga kontingen peserta FTRN#5 2026 sangat terasa disajikan naskah segar dalam pendekatan realis. Teater realis dipilih atas dasar kelekatannya dengan realitas kehidupan, sehingga mampu merepresentasikan berbagai persoalan sosial, budaya, maupun lingkungan secara kontekstual. Panitia menyediakan pilihan naskah lakon baru yang segar dan menantang, dikurasi bersama Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF) demi menjamin kualitas dan kedalaman naskah.

Sisi lain panitia FTRN bersama Yabbiekayu Eco Living mendorong pemanfaatan kembali material produksi, pengurangan plastik sekali pakai, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Produksi teater kerap menyumbang limbah material artistik — festival ini berkomitmen menguranginya. Implementasi ini didukung penuh oleh Yabbiekayu Eco Living, mitra yang konsisten dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan. Kesungguhan konseptual FTRN#5 patut diapresiasi penuh suka cita. *** [Penulis & Fotografer: Nur Iswantara & Setya Nurochim].

Ditulis oleh: admin

Lihat Semua Artikel
Dilihat 79 kali
BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan