Banyuwangi//suaraglobal.news – Gerak cepat dilakukan personel Satpolairud Polresta Banyuwangi bersama Basarnas dalam merespons laporan kondisi darurat yang dialami KM Genius saat berlayar dari Dermaga Marina Boom Banyuwangi menuju Kepulauan Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Sabtu (25/7/2026).
Operasi evakuasi dan pertolongan (SAR) dimulai sekitar pukul 11.20 WIB. Tim gabungan bergerak dari Dermaga Tanjung Wangi menuju titik koordinat terakhir yang dikirim nahkoda KM Genius, yakni sekitar 13 mil laut dari posisi terakhir. Meskipun cuaca cerah, kondisi laut dilaporkan sedang pasang dengan tinggi gelombang berkisar 1,5 hingga 2 meter disertai angin kencang, sehingga menuntut kewaspadaan tinggi selama proses evakuasi.
Operasi SAR dipimpin langsung Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., didampingi Personel Satpolairud Polresta Banyuwangi, Komandan Kapal KP. X- 2004 Aipda Andre selaku BKO Direktorat Polairud Polda Jawa Timur, serta empat personel Basarnas. Tim menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas untuk mempercepat mobilisasi menuju lokasi laka laut.
Berdasarkan informasi yang diterima, KM Genius mengangkut enam orang, terdiri dari nahkoda dan anak buah kapal (ABK), yang tengah melakukan pelayaran dari Banyuwangi menuju Kepulauan Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.
Selama pelaksanaan operasi, personel gabungan melakukan penyisiran di sekitar titik koordinat terakhir yang dilaporkan nahkoda serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, sementara perkembangan di lapangan terus dimonitor secara intensif.
Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H. mengimbau seluruh nakhoda dan pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan aspek keselamatan sebelum berlayar. Ia menegaskan pentingnya memastikan kondisi kapal laik laut, melengkapi alat keselamatan, memantau prakiraan cuaca, serta segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat di laut.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau seluruh nakhoda dan masyarakat pesisir agar tidak mengabaikan faktor cuaca, selalu membawa perlengkapan keselamatan, serta segera melapor apabila menemukan atau mengalami kondisi darurat di laut agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujar Kompol Muchammad Wahyudi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan kejadian darurat, termasuk kecelakaan maupun insiden di wilayah perairan yang memerlukan kehadiran aparat kepolisian.
Hingga laporan ini disusun, proses evakuasi dan pertolongan masih berlangsung, sementara nilai kerugian akibat insiden tersebut masih dalam proses pendataan dan perhitungan oleh pihak terkait.(Mohamad)


Komentar