Sidoarjo//suaraglobal.news – Respon cepat Bupati Sidoarjo atas informasi rumah tidak layak huni di desa Kalimati langsung mendapat apresiasi positif dari warga desa Kalimati Kecamatan Tarik kabupaten Sidoarjo. Selain agenda sidak rumah tidak layak huni (RTLH) Bupati Subandi juga memberikan bantuan kursi roda kepada dua warga desa Kalimati RT 02 RW 01 atas nama Muhammad Syaidin dan Muhammad Risky warga RT 04 RW 01.
Sidak RTLH di desa Kalimati Kecamatan Tarik yang dilakukan Bupati tidak lepas dari informasi yang disampaikan H Pujiono (anggota komisi D DPRD kabupaten Sidoarjo dapil 4 red) yang empat hari sebelumnya telah menyambangi tiga rumah tidak layak huni milik warga desa Kalimati (Watijah dan Atimah warga RT 10 RW 2 serta Atim warga RT 12 RW 2). Pada Jum’at 6/11/2026 sesuai jadwal, Bupati Sidoarjo diagendakan melakukan sidak RTLH di 2 titik lokasi, rumah Atimah RT 10 RW 2 dan Atim Prayitno RT 12 RW 2 Dusun Krajan desa Kalimati dan tidak ada jadwal sidak ke rumah ibu Watijah yang sebelumnya sempat viral karena kondisi rumah yang dibangun dari seng bekas.
Sementara melihat rumah ibu Watijah tidak ada dalam jadwal agenda Bupati, H Pujiono anggota komisi D DPRD kabupaten Sidoarjo yang mendampingi Bupati Sidoarjo dalam giat sidak RTLH di desa Kalimati tetap mengajak Bupati Subandi untuk melihat kondisi rumah ibu Watijah. H. Pujiono menilai kondisi rumah ibu Watijah yang sudah pernah Ia kunjungi kondisi sangat layak untuk segera diberi bantuan bedah rumah dari pemerintah daerah Sidoarjo. Bupati Subandi pun langsung menuju rumah ibu Watijah yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi rumah ibu Atimah. H Pujiono pun bersyukur karena bupati Subandi berkenan melihat rumah ibu Watijah dengan berjalan kaki. Meskipun ada pihak yang ingin menghentikan langkah Bupati Subandi dengan dalih tidak ada jadwal sidak ke lokasi rumah milik ibu Watijah.
” Setelah saya tahu tidak ada nama ibu Watijah dalam agenda sidak pak Bupati, saya langsung sampaikan ke pak Bupati bahwa kondisi rumah ibu Watijah sangat memperhatikan. Dan Alhamdulillah pak Bupati berkenan dan langsung jalan untuk melihat” ujar H Pujiono anggota DPRD kabupaten Sidoarjo fraksi PKB tersebut.
H Pujiono juga heran, dari 3 nama pemilik rumah tidak layak huni yang Ia sampaikan ke Bupati Subandi, tapi hanya dua lokasi yang masuk agenda sidak RTLH Bupati. Padahal menurut H Pujiono rumah seng yang dihuni oleh ibu Watijah sangat layak untuk mendapatkan bantuan.
” Saya sudah sampaikan ke pak Bupati bahwasanya ada 3 lokasi rumah tidak layak huni di desa Kalimati, tapi kok terjadwal 2 titik. Tapi untungnya pak Bupati berkenan saya ajak melihat rumah ibu Watijah. Dan insyaalloh pak Bupati akan membantu 3 keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni tersebut” tambah politisi senior PKB asal Krian tersebut.
Ditengah sidak RTLH milik ibu Watijah, Bupati Subandi meminta Kepala Desa Kalimati untuk mengawal proses administrasi dan persyaratan pengajuan bantuan bedah rumah milik ibu Watijah.
Sementara itu, kedatangan Bupati Subandi dan H Pujiono di sambut haru oleh ibu Watijah dan anak anaknya. Rohman, anak bungsu ibu Watijah sangat berterimakasih kepada Bupati Subandi yang penuh kesabaran mau datang dan melihat rumahnya. Ia pun punya harapan besar kepada Bupati Sidoarjo untuk dapat memberikan bantuan bedah rumah miliknya. Maklum saya Rohman yang bekerja sebagai kuli bangunan tersebut sudah sepuluh tahun lebih bersama istri dan dua anaknya serta ibunya tinggal di rumah seng dengan ukuran 5 X 7 meter tersebut sudah sering mengajukan bantuan lewat desa tapi belum juga terealisasi.
” Saya sangat berterima kasih kepada bapak Bupati Subandi yang berkenan melihat rumah kami. Dan juga Abah Pujiono yang sudah melihat sebelumnya dan langsung menyampaikan ke Pak Bupati agar kami diberikan bantuan bedah rumah” ujarnya. (NK)



Komentar